kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.920   50,00   0,28%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Robert Kiyosaki: Orang yang Menabung Adalah Pecundang


Kamis, 02 Februari 2023 / 08:30 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

2. Utang AS dan kenaikan suku bunga Fed

Utang nasional AS semakin membengkak. Kondisi ini menghadirkan sejumlah risiko jangka panjang bagi penabung sehari-hari. Salah satu bahayanya adalah bahwa lebih banyak uang pajak mungkin harus digunakan untuk membayar utang negara, yang dapat menurunkan standar hidup masyarakat.

Pada saat yang sama, Federal Reserve mencoba mengendalikan inflasi, dan salah satu alat yang dimilikinya adalah menaikkan suku bunga. Masalahnya, ini instrumen tumpul -- tidak hanya membuat utang negara lebih mahal, tapi juga bisa memicu resesi.

Baca Juga: Ramalan Harga Emas di 2023: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Si Kuning Capai US$ 3.800

3. Uang tunai vs emas, perak, atau Bitcoin (BTC)

Bagian dari pemikiran di balik pernyataan Kiyosaki adalah bahwa pemerintah dapat mencetak lebih banyak uang, tetapi tidak dapat menghasilkan lebih banyak emas, perak, atau Bitcoin. 

Risiko menciptakan lebih banyak uang adalah dapat mendevaluasi dolar. Di sisi lain, komoditas yang disebutkan membawa risikonya sendiri -- khususnya Bitcoin, yang sangat fluktuatif. Jika Anda mencari tempat yang aman untuk menyimpan uang, penting untuk memahami cara kerja setiap aset.




TERBARU

[X]
×