kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Roket swasta China pertama gagal mencapai orbit


Senin, 29 Oktober 2018 / 05:07 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran roket


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sebuah roket kargo buatan China yang dikembangkan oleh swasta gagal mencapai orbit setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan pada hari Sabtu. Ini menjadi pukulan bagi upaya swasta negara itu untuk menyaingi SpaceX milik Elon Musk.

Roket tiga-tahap, Zhuque-1, dikembangkan oleh Landspace yang berbasis di Beijing. Perusahaan mengatakan lewat posting di mikroblog bahwa pesawat ruang angkasa gagal mencapai orbit sebagai akibat masalah pada tahap ketiga.

"Sebelum roket pembawa Zhuque diluncurkan, misinya sudah selesai," kata perusahaan itu di pos pada hari Sabtu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Landspace didirikan pada tahun 2015 dan bertujuan menjadi perusahaan swasta China pertama yang mengirim satelit ke orbit. Perusahaan itu juga mengklaim sebagai sebagai perusahaan swasta pertama yang berlisensi di China untuk meluncurkan roket kargo.

Zhuque-1 membawa satelit bernama "Masa Depan" yang dibangun untuk media pemerintah China Central Television.

Pada bulan Mei, China meluncurkan "Chongqing Liangjiang Star" ke luar angkasa, roket pertama yang dikembangkan oleh perusahaan swasta Beijing OneSpace Technology.

Sejak menjadi presiden pada tahun 2012, Xi Jinping telah menjadikan "kekuatan penerbangan luar angkasa penerbangan" sebagai prioritas pemerintah, yang bertujuan mengirim stasiun luar angkasa berawak permanen ke orbit sekitar tahun 2022.




TERBARU

[X]
×