kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Roket swasta China pertama gagal mencapai orbit


Senin, 29 Oktober 2018 / 05:07 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran roket


Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sebuah roket kargo buatan China yang dikembangkan oleh swasta gagal mencapai orbit setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan pada hari Sabtu. Ini menjadi pukulan bagi upaya swasta negara itu untuk menyaingi SpaceX milik Elon Musk.

Roket tiga-tahap, Zhuque-1, dikembangkan oleh Landspace yang berbasis di Beijing. Perusahaan mengatakan lewat posting di mikroblog bahwa pesawat ruang angkasa gagal mencapai orbit sebagai akibat masalah pada tahap ketiga.

"Sebelum roket pembawa Zhuque diluncurkan, misinya sudah selesai," kata perusahaan itu di pos pada hari Sabtu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Landspace didirikan pada tahun 2015 dan bertujuan menjadi perusahaan swasta China pertama yang mengirim satelit ke orbit. Perusahaan itu juga mengklaim sebagai sebagai perusahaan swasta pertama yang berlisensi di China untuk meluncurkan roket kargo.

Zhuque-1 membawa satelit bernama "Masa Depan" yang dibangun untuk media pemerintah China Central Television.

Pada bulan Mei, China meluncurkan "Chongqing Liangjiang Star" ke luar angkasa, roket pertama yang dikembangkan oleh perusahaan swasta Beijing OneSpace Technology.

Sejak menjadi presiden pada tahun 2012, Xi Jinping telah menjadikan "kekuatan penerbangan luar angkasa penerbangan" sebagai prioritas pemerintah, yang bertujuan mengirim stasiun luar angkasa berawak permanen ke orbit sekitar tahun 2022.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×