kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rolling Stone dibeli anak konglomerat Singapura


Senin, 26 September 2016 / 13:36 WIB
Rolling Stone dibeli anak konglomerat Singapura


Sumber: money.cnn,CNBC | Editor: Mesti Sinaga

Wenner Media, pemilik majalah musik yang berusia hampir 50 tahun, Rolling Stone, akan menjual 49%  sahamnya kepada perusahaan Singapura, BandLab Technologies.

BandLab merupakan perusahaan rintisan alias startup yang didirikan Meng Ru Kuok, putra pemilik perusahaan CPO terbesar di dunia, Kuok Khoon Hong.

Meskipun bisnis utama BandLab berkaitan dengan pembuatan musik dan berbagi aplikasi, namun perusahaan ini juga merambah bisnis eceran. BandLab  baru saja membeli MONO, perusahaan aksesoris alat musik.

Kepala Bagian Digital Wenner Media Gus Wenner menyatakan, perusahaan melihat ‘kesempatan besar’ bagi Rolling Stone memasuki ‘bidang usaha baru. Gus Wenner adalah putra Jann Wenner, salah satu pendiri majalah Rolling Stones

Kesepakatan dengan BandLab’s ini diharapkan akan menjadi kesempatan bagi Rolling Stone masuk ke bisnis digital dan ritel, sekaligus memperluas pengaruhnya di Asia.

Dalam pengumumannya Minggu (25/9/2016), Rolling Stone menyatakan akan didirikan sebuah  anak usaha internasional yang akan berkantor pusat  di Singapura. Anak usaha bernama Rolling Stone international itu akan  dikendalikan oleh Kuok.

Kuok sendiri dalam sebuah pernyataan menyatakan dia merasa sangat terhormat bisa bergabung dengan Rolling Stones untuk mewujudkan potensi global.
Transaksi ini berawal dari seorang teman yang memperkenalkan keluarga Kuok dan Wenner. Perkenalan itu berlanjut dengan negosiasi selama 15 bulan sampai akhirnya tercapailah kesepakatan  trans Pasifik tersebut.  

Sayangnya BandLab Technologies menolak menyebutkan nilai transaksi pembelian saham tersebut. Sementara  Wenner Media selaku pemilik Rolling Stone  belum menjawab permintaan konfirmasi yang  diajukan CNBC.

Majalah Rolling Stone beberapa waktu lalu terlibat kontroversi. Pada tahun 2014, majalah ini ditarik akibat artikel  “A Rape on Campus” (Pemerkosaan di Kampus) tantang dugaan adanya geng pemerkosa di Universitas Virginia diragukan. Belakangan, muncul keraguan tentang kebenaran klaim sumber utama di berita ini.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×