Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/10/2026).
Dolar Taiwan dan won Korea Selatan mencatatkan pelemahan terbesar di antara mata uang regional yang dipantau, sementara rupiah juga bergerak di zona merah.
Mengutip data Reuters pada pukul 02.08 GMT, dolar Taiwan melemah 0,51% menjadi 32,058 per dolar AS, dari posisi sebelumnya 31,895.
Baca Juga: Harga Tembaga Stabil Selasa (13/10), Dolar AS Kuat Redam Kekhawatiran Pasokan Chile
Won Korea Selatan turun 0,25% ke level 1.337,87 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya 1.334,58.
Rupiah turut melemah 0,22% ke level Rp 17.935 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 17.895 per dolar AS.
Pelemahan juga dialami peso Filipina yang turun 0,10% menjadi 62,768 per dolar AS, ringgit Malaysia melemah 0,05% ke level 4,083 per dolar AS, serta baht Thailand yang turun tipis 0,03% menjadi 33,60 per dolar AS.
Sementara itu, dolar Singapura menguat tipis 0,01% menjadi 1,281 per dolar AS. Yen Jepang juga naik 0,18% ke level 158,32 per dolar AS.
Yuan China melemah tipis 0,01% menjadi 6,694 per dolar AS, sedangkan rupee India tidak berubah di level 95,77 per dolar AS.
Secara kumulatif sepanjang 2026, rupiah telah melemah 7,05% dibandingkan posisi akhir 2025.
Baca Juga: AS Kecam Sanksi China terhadap Pejabat Belize dan Paraguay Terkait Taiwan
Pelemahan rupiah tersebut lebih besar dibandingkan dolar Taiwan yang terkoreksi 1,93% dan ringgit Malaysia yang turun 0,66%.
Baht Thailand juga mencatatkan pelemahan 6,40% sepanjang tahun berjalan, disusul peso Filipina yang turun 6,32% dan rupee India yang melemah 6,16%.
Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 7,67% sepanjang 2026, menjadi mata uang dengan penguatan terbesar dalam daftar tersebut.
Yuan China juga menguat 4,38%, sementara dolar Singapura naik 0,39%. Yen Jepang tercatat melemah 1,05% dibandingkan akhir tahun lalu.














