Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (6/7/2026).
Dolar Taiwan dan baht Thailand memimpin pelemahan di kawasan, sementara rupiah juga kembali tertekan mendekati level Rp 18.000 per dolar AS.
Baca Juga: Korea Selatan Buka Perdagangan Won 24 Jam, Upaya Tarik Investor Global
Mengutip Reuters hingga pukul 02.11 GMT, dolar Taiwan melemah 0,34% menjadi 32,040 per dolar AS, menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di Asia pada perdagangan pagi.
Posisi berikutnya ditempati baht Thailand yang turun 0,30% ke 33,250 per dolar AS, disusul yen Jepang yang melemah 0,28% ke 161,820 per dolar AS.
Sementara itu, rupiah melemah 0,25% ke level Rp 17.990 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.945 per dolar AS.
Mata uang Asia lainnya juga bergerak di zona merah. Won Korea Selatan turun 0,22%, peso Filipina melemah 0,22%, yuan China turun 0,14%, ringgit Malaysia melemah 0,10%, dan dolar Singapura turun tipis 0,08%.
Hanya rupee India yang relatif tidak berubah di level 95,210 per dolar AS.
Baca Juga: Head to Head Portugal vs Spanyol: La Roja Dominan, Ronaldo Pernah Cetak Hat-trick
Rupiah masih jadi yang paling tertekan sepanjang tahun
Secara kumulatif sejak awal 2026, rupiah menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS.
Hingga perdagangan Senin, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,34% dibandingkan posisi akhir 2025.
Pelemahan terbesar berikutnya dialami won Korea Selatan yang turun 6,12%, diikuti rupee India (-5,61%), baht Thailand (-5,41%), peso Filipina (-4,41%), dan yen Jepang (-3,19%).
Di sisi lain, yuan China justru menjadi satu-satunya mata uang utama Asia yang masih menguat terhadap dolar AS sepanjang tahun ini, dengan apresiasi sekitar 2,96%.














