Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang rupiah dan ringgit Malaysia menjadi dua mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7/2026) pagi, di tengah pergerakan mayoritas mata uang regional yang relatif terbatas.
Mengutip Reuters, hingga pukul 02.09 GMT, rupiah menguat 0,27% ke level Rp 17.940 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya berada di level Rp 17.988 per dolar AS.
Baca Juga: Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,39% pada Kuartal II-2026, Ditopang Ekspor dan Industri
Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia, naik 0,34% terhadap dolar AS ke level 4,063 per dolar AS.
Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatat penguatan tipis. Peso Filipina naik 0,08%, dolar Singapura menguat 0,05%, yuan China bertambah 0,04%, serta baht Thailand dan won Korea Selatan masing-masing menguat 0,02%.
Di sisi lain, yen Jepang melemah tipis 0,04% terhadap dolar AS ke level 161,16 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan turun 0,13%. Adapun rupee India relatif tidak berubah.
Meski menguat pada perdagangan hari ini, rupiah masih menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan data Reuters, sejak awal 2026 hingga Jumat (3/7), rupiah telah melemah sekitar 7,08% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Jumat (3/7), Perdamaian AS-Iran Masih Jadi Penentu Arah Pasar
Pelemahan tersebut hanya lebih baik dibandingkan won Korea Selatan yang terkoreksi 6,51%, sementara baht Thailand melemah 5,17%, rupee India 5,79%, dan peso Filipina 4,21%.
Sebaliknya, yuan China justru menjadi salah satu mata uang yang menguat sepanjang tahun ini dengan apresiasi sekitar 3,06% terhadap dolar AS, sedangkan ringgit Malaysia relatif stabil dengan pelemahan tipis 0,17% sejak awal tahun.














