Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlangsung bervariasi pada perdagangan Senin (29/6/2026).
Di tengah pergerakan yang cenderung mixed, ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar, sementara rupiah juga berhasil menguat terhadap dolar AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berbalik Naik Senin (29/6), Ada Ancaman Baru dari Konflik AS-Iran
Berdasarkan data Reuters hingga pukul 02.19 GMT, ringgit Malaysia menguat 0,42% menjadi 4,068 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia pada awal perdagangan.
Rupiah turut mencatatkan penguatan sebesar 0,20% ke level Rp 17.870 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.905 per dolar AS.
Sementara itu, dolar Singapura menguat 0,10% ke level 1,294 per dolar AS, sedangkan dolar Taiwan naik 0,11% menjadi 31,895 per dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih berada dalam tekanan. Won Korea Selatan melemah 0,43% ke level 1.542,40 per dolar AS, menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar pada perdagangan pagi ini.
Baca Juga: Jepang Bidik Pertumbuhan Ekonomi Riil di Atas 1%, Siapkan Investasi Jumbo hingga 2040
Baht Thailand juga turun 0,27% ke posisi 33,410 per dolar AS, diikuti yuan China yang melemah 0,08% ke level 6,803 per dolar AS.
Yen Jepang turun tipis 0,01% ke level 161,740 per dolar AS, sementara peso Filipina melemah 0,02% menjadi 61,266 per dolar AS.
Adapun rupee India bergerak stabil di level 94,395 per dolar AS.
Secara kumulatif sepanjang 2026, mayoritas mata uang Asia masih mencatatkan pelemahan terhadap dolar AS.
Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan tekanan terbesar setelah terdepresiasi sekitar 6,72% sejak awal tahun.
Baca Juga: Bursa Asia Lesu, Harga Minyak Naik Meski AS-Iran Sepakat Hentikan Serangan
Won Korea Selatan juga melemah 6,67% secara year-to-date (ytd), diikuti baht Thailand yang turun 5,87%, rupee India melemah 4,79%, peso Filipina terkoreksi 4,03%, yen Jepang turun 3,15%, dolar Taiwan melemah 1,43%, dolar Singapura turun 0,69%, serta ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,29%.
Berbeda dengan mata uang lainnya, yuan China justru masih menguat sekitar 2,71% terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan.














