kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.869   -66,00   -0,37%
  • IDX 5.855   -41,39   -0,70%
  • KOMPAS100 759   -5,93   -0,78%
  • LQ45 578   -5,44   -0,93%
  • ISSI 203   -0,09   -0,04%
  • IDX30 328   -3,25   -0,98%
  • IDXHIDIV20 403   -4,46   -1,09%
  • IDX80 86   -0,63   -0,73%
  • IDXV30 109   -0,56   -0,51%
  • IDXQ30 106   -1,17   -1,10%

Jepang Bidik Pertumbuhan Ekonomi Riil di Atas 1%, Siapkan Investasi Jumbo hingga 2040


Senin, 29 Juni 2026 / 09:27 WIB
Jepang Bidik Pertumbuhan Ekonomi Riil di Atas 1%, Siapkan Investasi Jumbo hingga 2040
ILUSTRASI. ekonomi Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang menargetkan pertumbuhan ekonomi riil tahunan di atas 1% dalam cetak biru (blueprint) kebijakan ekonomi jangka panjang yang baru.

Target tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata pertumbuhan ekonomi Jepang dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan rancangan kebijakan dasar pengelolaan ekonomi dan fiskal yang ditinjau Reuters Senin (29/6/2026), pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi riil berkelanjutan di atas 1% "sesegera mungkin", disertai pertumbuhan ekonomi nominal lebih dari 3%.

Baca Juga: Profil Peserta 32 Besar Piala Dunia 2026: Cek yang Terkuat Berdasarkan Ranking FIFA

Target tersebut mencerminkan upaya Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mengembalikan momentum pertumbuhan ekonomi Jepang setelah bertahun-tahun mengalami laju pertumbuhan yang rendah.

Rata-rata pertumbuhan ekonomi riil Jepang dalam lima tahun terakhir hanya mencapai 0,4%.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah juga berupaya mengakhiri pola investasi yang selama ini dinilai kurang optimal dengan mendorong kerja sama lebih erat antara sektor publik dan swasta pada berbagai industri strategis.

Total investasi pemerintah dan swasta diproyeksikan melampaui 370 triliun yen atau sekitar US$ 2,29 triliun hingga tahun fiskal 2040.

Pemerintah juga menargetkan belanja modal sektor swasta meningkat menjadi sekitar 230 triliun yen per tahun pada periode yang sama.

Baca Juga: Bursa Asia Lesu, Harga Minyak Naik Meski AS-Iran Sepakat Hentikan Serangan

Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) Jepang ditargetkan tumbuh hingga mendekati 1.100 triliun yen.

Di sisi fiskal, pemerintah tetap menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan fiskal dengan secara bertahap menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga akan menjadikan keseimbangan primer (primary balance) sebagai salah satu indikator utama yang dikelola dalam jangka menengah hingga panjang agar sejalan dengan upaya pengurangan beban utang negara.

Pada sisi kebijakan moneter, pemerintah meminta Bank of Japan (BOJ) menjalankan kebijakan yang selaras dengan agenda pertumbuhan ekonomi pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Dalam rancangan tersebut disebutkan bahwa pengelolaan kebijakan moneter yang tepat sangat penting untuk mewujudkan ekonomi yang kuat.

Baca Juga: Dolar AS Bersiap Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Hampir Setahun Senin (29/6)

Pernyataan itu mengindikasikan preferensi pemerintah agar biaya pinjaman tetap rendah guna mendukung investasi dan aktivitas ekonomi.

Namun, sikap tersebut berpotensi memunculkan perbedaan pandangan dengan BOJ yang memiliki independensi dalam menetapkan kebijakan moneter.

Pemerintah Jepang diperkirakan akan merampungkan dan mengesahkan kerangka kebijakan ekonomi tersebut dalam waktu dekat.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×