kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Rusia akan pasok obat Covid-19 Avifair ke 17 negara


Jumat, 25 September 2020 / 09:20 WIB
Rusia akan pasok obat Covid-19 Avifair ke 17 negara
ILUSTRASI. Lembaga pengelola dana kesejahteraan Rusia dan mitranya Chemrar akan memasok obat Covid-19 Avifavir ke 17 negara tambahan. KONTAN/Muradi/2019/04/04

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Lembaga pengelola dana kesejahteraan Rusia dan mitranya Chemrar akan memasok obat Covid-19 Avifavir ke 17 negara tambahan. 

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (24/9/2020), lembaga tersebut mengatakan Avifavir sudah disetujui dari kementerian kesehatan Rusia pada Mei. Pengembangan obat ini didasarkan pada Favipiravir, yang dikembangkan di Jepang dan digunakan secara luas di sana sebagai dasar pengobatan virus.

Melansir Reuters, lembaga pengelola dana kesejahteraan Rusia (RDIF) mengatakan, uji klinis di Jepang dan Rusia telah memastikan kemanjuran obat tersebut.

Rusia sedang berusaha keras untuk memimpin global dalam perlombaan melawan virus. Negara sudah mengekspor alat tes Covid-19 dan telah meraih kesepakatan internasional untuk pasokan vaksin Sputnik-V-nya.

Baca Juga: Rusia ke AS: Selamatkan nyawa orang Amerika, perangi Covid-19, bukan vaksin Rusia

Avifavir telah dikirim ke Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Sekarang akan dikirim ke Argentina, Bulgaria, Brazil, Chili, Kolombia, Ekuador, El Salvador, Honduras, Kuwait, Panama, Paraguay, Arab Saudi, Serbia, Slovakia, Afrika Selatan, UEA dan Uruguay, kata RDIF.

Reuters memberitakan, pada minggu lalu, Rusia revisi pengobatan Coronavir R-Pharm untuk pasien rawat jalan dengan infeksi Covid-19 ringan hingga sedang dan perusahaan mengatakan obat tersebut dapat diluncurkan ke apotek di negara itu paling cepat minggu ini.

Baca Juga: Vladimir Putin: Penting untuk meningkatkan kemampuan WHO

RDIF mengatakan obat berbasis favipiravir tiga hingga empat kali lebih murah dari remdesivir, pengobatan Covid-19 lainnya.

 

Selanjutnya: Setelah Sputnik V, vaksin corona kedua Rusia yang bakal resmi tercatat

 




TERBARU

[X]
×