kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Rusia berebut keju Swiss


Jumat, 15 Agustus 2014 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA. Karyawan menunjukkan logam mulia emas di gerai Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

ZURICH. Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melarang impor makanan dari negara-negara pemberi sanksi untuk Rusia, setidaknya 14 importir keju Rusia menelepon ke Intercheese AG, produsen keju yang berpusat di Swiss. Para importir ini berebut membeli keju.

Alasannya, Swiss belum bergabung dengan Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Norwegia menerapkan sanksi ke Rusia. Daniel Daetwyler, Managing Director Intercheese mengatakan, pihaknya mengekspor 20 ton keju ke Rusia tahun lalu.

Tahun ini ekspor akan meningkat meski Intercheese tidak akan bisa memenuhi seluruh permintaan.

Jacques Bourgeois, Direktur Serikat Petani Swiss mengatakan, kalau embargo berlanjut, pihaknya akan mengekspor lebih banyak keju ke Rusia. "Tapi Swiss negara kecil. Kami tidak bisa langsung menambah produksi dua kali lipat," kata Bourgeois.

Keju merupakan produk pertanian penting di Swiss. Swiss mengekspor 431 ton keju ke Rusia tahun lalu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×