kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Rusia berebut keju Swiss


Jumat, 15 Agustus 2014 / 10:36 WIB
Rusia berebut keju Swiss
ILUSTRASI. JAKARTA. Karyawan menunjukkan logam mulia emas di gerai Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

ZURICH. Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melarang impor makanan dari negara-negara pemberi sanksi untuk Rusia, setidaknya 14 importir keju Rusia menelepon ke Intercheese AG, produsen keju yang berpusat di Swiss. Para importir ini berebut membeli keju.

Alasannya, Swiss belum bergabung dengan Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Norwegia menerapkan sanksi ke Rusia. Daniel Daetwyler, Managing Director Intercheese mengatakan, pihaknya mengekspor 20 ton keju ke Rusia tahun lalu.

Tahun ini ekspor akan meningkat meski Intercheese tidak akan bisa memenuhi seluruh permintaan.

Jacques Bourgeois, Direktur Serikat Petani Swiss mengatakan, kalau embargo berlanjut, pihaknya akan mengekspor lebih banyak keju ke Rusia. "Tapi Swiss negara kecil. Kami tidak bisa langsung menambah produksi dua kali lipat," kata Bourgeois.

Keju merupakan produk pertanian penting di Swiss. Swiss mengekspor 431 ton keju ke Rusia tahun lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×