kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

Rusia dikucilkan dalam pertemuan G8


Rabu, 04 Juni 2014 / 11:59 WIB
Rumah Sakit Mitra Keluarga. Prospek Saham Sektor Kesehatan di 2023 dan Rekomendasi Analis.


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

BRUSSELS. Posisi Rusia makin dikucilkan oleh negara maju lainnya. Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis, Inggris, Kanada, Jepang, dan Italia sepakat untuk tidak mengundang Rusia dalam pertemuan tingkat tinggi yang digelar Rabu dan Kamis ini.

Lokasi pertemuan dua hari yang dihadiri tujuh negara raksasa dunia ini pun diubah ke Brussels, Belgia. Padahal, sebelumnya direncanakan di resor Black Sea di Sochi, Rusia.

Meskipun untuk pertama kalinya sejak 17 tahun lalu Rusia tidak diikutsertakan dalam konferensi tingkat tinggi, Presiden Vladimir Putin tetap akan bertemu dengan petinggi Eropa lainnya seperti kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris DAvid Cameron, dan Presiden Prancis Francois Hollande. Mereka akan membicarakan mengenai intervensinya di bagian timur Ukraina.

Salah satu pejabat Eropa mengatakan tidak membuat peraturan mengenai ketidakikutsertaan Rusia. "Rusialah yang menjauhkan dirinya dari negara G8 lewat aksinya ke Ukraina. Terserah pada Rusia akanpakan akan menyesuaikan sipaknya dengan nilai-nilai G8. Itu syarat agar G8 tetap menjadi G8," kata dia.

Di pertemuan awal hari pertama, negara G7 akan membicarakan mengenai kebijakan luar negeri, termasuk mengenai Rusia dan bantuan Uni Eropa ke Ukraina, Syria, Afghanistan, Mali hingga Korea Utara.

Sementara di Kamis pagi, diskusi diperkirakan didominasi mengenai perdagangan, termasuk negosiasi kawasan perdagangan bebas, penyembunyian pajak di negara lain, sampai menjaga pemulihan ekonomi global.




TERBARU

[X]
×