kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.076   -108,89   -1,52%
  • KOMPAS100 978   -14,71   -1,48%
  • LQ45 718   -8,39   -1,15%
  • ISSI 253   -3,86   -1,50%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 484   -3,05   -0,63%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,40   -0,30%
  • IDXQ30 127   -1,14   -0,89%

Rusia khawatir stabilitas kawasan Baltik bisa kacau karena kehadiran NATO


Kamis, 28 Oktober 2021 / 13:05 WIB
ILUSTRASI. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menghadiri jumpa pers di Moskow, Rusia, 6 Oktober 2015. REUTERS/Maxim Shemetov.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"Keanggotaan resmi Ukraina di NATO mungkin tidak akan terjadi, tetapi pengembangan militer di wilayah itu sudah berlangsung. Ini benar-benar merupakan ancaman bagi Rusia. Kami menyadari itu," ungkap Putin, seperti dikutip Reuters.

Putin cukup sering mengingatkan, keanggotaan NATO untuk Ukraina akan menjadi peringatan untuk Rusia. Padahal, Rusia dan Ukraina memiliki hubungan yang sangat dekat sejak zaman kuno.

Minggu lalu, Rusia juga telah secara efektif memutuskan hubungan diplomatik dengan NATO, menyusul pengusiran delapan anggota misinya di sana karena dituduh sebagai mata-mata. 

Di lain pihak, para menteri pertahanan NATO juga menyetujui rencana baru pada Kamis (21/10) pekan lalu untuk mempertahankan diri dari potensi serangan Rusia di berbagai bidang.

Selanjutnya: Saingi Rusia dan sekutunya, Ukraina menggelar latihan militer bersama AS dan NATO




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×