kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Rusia Luncurkan 108 Drone Saat Ukraina dan Uni Eropa Desak Gencatan Senjata


Senin, 12 Mei 2025 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Ledakan drone terlihat di langit di atas kota selama serangan drone Rusia, di tengah serangan Rusia di Ukraina, di Kyiv, Ukraina 8 Mei 2023. REUTERS/Gleb Garanich


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Rusia meluncurkan 108 drone ke wilayah Ukraina sepanjang malam, termasuk menyerang infrastruktur kereta barang sipil yang menyebabkan luka pada masinis, menurut otoritas Ukraina.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Eropa mendesak diberlakukannya gencatan senjata selama 30 hari mulai Senin (12/5).

Baca Juga: Vietnam dan Rusia Segera Tandatangani Kerjasama Pembangunan PLTN

Angkatan Udara Ukraina menyebutkan bahwa 55 drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara setelah diluncurkan mulai pukul 23.00 waktu setempat (2000 GMT) dari berbagai arah.

Selain itu, Rusia juga menggunakan 30 drone simulator yang tidak mengenai sasaran apa pun, menurut laporan resmi di aplikasi Telegram.

Drone terdeteksi dan ditembak jatuh di wilayah timur, utara, selatan, dan pusat Ukraina.

Ukrzaliznytsia (Perkeretaapian Ukraina) mengonfirmasi bahwa seorang masinis terluka dalam serangan drone yang menargetkan infrastruktur kereta api di wilayah Donetsk bagian timur.

“Usulan gencatan senjata diabaikan, serangan terhadap infrastruktur perkeretaapian terus berlangsung,” tulis Ukrzaliznytsia dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Zelenskiy Desak Rusia Tegaskan Gencatan Senjata Sebelum Gelar Perundingan

Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi desakan gencatan senjata dengan menyebutnya sebagai “ultimatum.”

Sebagai gantinya, ia menawarkan perundingan langsung dengan Ukraina untuk mengakhiri perang, sebuah usulan yang disambut oleh Presiden AS Donald Trump.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×