kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,21   -3,65   -0.36%
  • EMAS963.000 0,94%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Rusia: Putin belum beri ucapan selamat, bukan berarti menolak kemenangan Biden


Kamis, 26 November 2020 / 20:40 WIB
Rusia: Putin belum beri ucapan selamat, bukan berarti menolak kemenangan Biden
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi video dengan anggota Dewan Keamanan di Moskow, Rusia, 6 November 2020.


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin belum juga mengucapkan selamat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden, menyusul Presiden China Xi Jinping yang menyampaikan ucapan itu, Rabu (25/11).

Tapi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan, interpretasi yang sangat salah jika melihat penundaan pemberian ucapan selamat oleh Putin sebagai penolakan untuk menerima kemenangan Biden

"Ini adalah interpretasi yang benar-benar salah," tegas Peskov, Kamis (26/11), seperti dikutip TASS. "Presiden akan memberi selamat kepada Presiden AS terpilih pada waktunya, setelah hasil pemilu final".

"Segera setelah proses tersebut selesai, Presiden Rusia akan memberi selamat kepada mitranya di masa depan pada waktunya," katanya.

Baca Juga: Rusia sukses uji coba rudal pencegat baru, siap cegat misil balistik musuh

Dan, Peskov menyatakan, ucapan selamat yang sudah para pemimpin negara lain sampaikan ke Biden tidak akan memengaruhi rencana Putin.

Sebelumnya, Putin mengatakan, ia belum memberikan ucapan selamat kepada Biden karena perlu menunggu hingga semua masalah hukum Pemilihan Presiden AS selesai.

Dalam wawancara program bertajuk "Moskow. Kremlin. Putin" di stasiun TV Rossiya-1, Putin bilang, penundaan ucapan selamat secara formal kepada Biden tidak akan memperburuk hubungan antara Moskow dan Washington yang sudah buruk.

"Anda tidak bisa merusak hubungan yang buruk, itu sudah buruk," kata Putin mengomentari pertanyaan, apakah penundaan pemberian selamat kepada pemenang Pemilihan Presiden AS bisa merusak hubungan dengan Washington.

Baca Juga: Buatan Rusia, 2 kapal fregat pesanan India siap gelar uji coba di Laut Baltik

"Kami memiliki hubungan yang menghormati semua orang, baik Presiden yang sedang menjabat (Donald) Trump dan calon untuk jabatan ini (Joe) Biden. Oleh karena itu, kami tidak memiliki masalah apa pun di sini," tegas Putin.

Putin menegaskan, ini murni masalah formal. "Tidak ada agenda tersembunyi atau apa pun yang tidak biasa atau bisa menjadi dasar untuk memburuknya hubungan kami lebih lanjut," ujar dia seperti dilansir TASS.

"Adapun yang lain, mereka yang memberi selamat, terserah masing-masing dan semua orang, semua orang berpengalaman dan tahu apa dan bagaimana mereka melakukannya," sebut Putin. 

Selanjutnya: Kremlin tegaskan Putin tidak akan disuntik vaksin Covid-19 Rusia, ini alasannya

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×