kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rusia Sebut Jalan Menuju Perdamaian dengan Ukraina Masih Sangat Panjang


Sabtu, 09 Mei 2026 / 19:26 WIB
Diperbarui Sabtu, 09 Mei 2026 / 19:27 WIB
Rusia Sebut Jalan Menuju Perdamaian dengan Ukraina Masih Sangat Panjang
ILUSTRASI. AS mendesak perdamaian, namun Rusia melihat prosesnya masih panjang dan rumit. Konflik Ukraina masih menyimpan risiko besar. (via REUTERS/Gavriil Grigorov)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Rusia menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah berupaya mempercepat tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, Kremlin menilai proses menuju perjanjian damai masih akan berlangsung panjang karena kompleksitas persoalan yang dihadapi kedua pihak.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan penyelesaian konflik Ukraina melibatkan banyak detail rumit sehingga tidak mudah mencapai titik temu dalam waktu singkat.

"Dapat dipahami bahwa pihak Amerika sedang terburu-buru," kata Peskov kepada reporter televisi pemerintah Rusia, Pavel Zarubin, pada Sabtu (9/5/2026).

"Namun, persoalan penyelesaian konflik Ukraina terlalu kompleks, dan untuk mencapai kesepakatan damai masih membutuhkan perjalanan yang sangat panjang dengan berbagai rincian yang rumit," lanjutnya.

Baca Juga: Parade Kemenangan Rusia Sepi Alutsista, Putin Tetap Janjikan Kemenangan

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina pada Jumat (8/5/2026) mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat. Gencatan senjata tersebut berlangsung mulai 9 Mei hingga 11 Mei 2026.

Presiden AS, Donald Trump, berharap masa penghentian sementara pertempuran itu dapat diperpanjang guna membuka peluang negosiasi damai yang lebih luas.

Perang Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung lebih dari empat tahun. Konflik tersebut menjadi salah satu perang terbesar di Eropa dalam beberapa dekade terakhir dan telah menimbulkan korban besar di kedua belah pihak serta mengguncang stabilitas geopolitik global.

Dalam beberapa kesempatan, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengakhiri perang Ukraina. Ia bahkan menyebut konflik tersebut sebagai perang yang “bodoh” dan “gila” karena menyebabkan kerugian manusia yang sangat besar.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×