Rusia Serang Ukraina, Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Terjungkal

Kamis, 24 Februari 2022 | 13:19 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Rusia Serang Ukraina, Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Terjungkal

ILUSTRASI. A tv screen is seen at a cafe which has dozens of screens showing the latest trends and prices on various cryptocurrencies for their crypto investors' customers in Nakhon Ratchasima, Thailand January 21, 2022.  REUTERS/Soe Zeya Tun

KONTAN.CO.ID - Pasar kripto jatuh pada Kamis (24/2) setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di Ukraina. Harga Bitcoin dan mata uang kripto lain terjungkal.

Mengacu data CoinMarketCap pada Kamis (24/2) pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 34.675,57 atau anjlok 8,66% dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum merosot 12,11% menjadi US$ 2.331,20.

Kemudian, harga XRP melorot 11,59% ke posisi US$ 0,634 dibanding level 24 jam sebelumnya, Cardano menukik 15,5% jadi US$ 0,7714, dan Avalanche jatuh 12,86% ke US$ 66,21.

Sementara harga mata uang kripto berbasis meme, Dogecoin dan Shiba Inu masing-masing merosot 14,71% menjadi US$ 0,1122 dan 12,94% ke posisi US$ 0,00002177 dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Presiden Ukraina: Rusia Menyerang Infrastruktur Militer dan Penjaga Perbatasan

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin, yang menjalani enam tahun pertama hidupnya di Kolomna, Rusia, sangat kecewa dengan keputusan Putin yang mengabaikan solusi damai untuk perselisihan dengan Ukraina dan malah berperang. 

"Ini adalah kejahatan terhadap rakyat Ukraina dan Rusia. Saya ingin mendoakan keamanan semua orang, meskipun saya tahu bahwa tidak akan ada keamanan. Kemuliaan bagi Ukraina. Pengingat: Ethereum netral, tapi saya tidak,” katanya, seperti dikutip Cointelegraph.

Advisor Atlas DEX Altcoin Sherpa mengatakan, fokusnya harus pada orang-orang yang terlibat dalam perang Rusia dan Ukraina, dan bukan efeknya pada pasar.

"Pikiran bersama semua orang di Ukraina saat ini. Kita terkadang lupa bahwa ada orang-orang nyata yang hidup dalam situasi ini dan itu tidak semua tentang pasar," ujarnya, seperti dilansir Cointelegraph.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru