Rusia siapkan sistem pertahanan udara S-550 yang diklaim mampu menahan ledakan nuklir

Minggu, 21 November 2021 | 04:00 WIB Sumber: TASS
Rusia siapkan sistem pertahanan udara S-550 yang diklaim mampu menahan ledakan nuklir


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Belum cukup dengan S-400 dan S-500 yang baru diperkenalkan, kini Rusia tengah mempersiapkan sistem pertahanan udara baru dengan nama S-550. Rudal yang diklaim mampu menghalau ledakan nuklir ini rencananya akan mulai digunakan pada tahun 2025.

Secara teknis sistem rudal S-550 adalah bentuk lanjutan dari sistem pertahanan rudal strategis A-135 Amur dan A-235 Nudol. Kepada TASS, pakar militer Dmitry Litovkin pada hari Selasa (17/11) mengatakan sistem ini mampu menghancurkan hulu ledak secara fisik dan mencegah ledakan nuklir.

"Sebelumnya diumumkan bahwa sistem ini akan mampu menembak jatuh hulu ledak nuklir balistik dan satelit orbit rendah. Dilihat dari segalanya, militer telah membuat keputusan untuk membagi fungsi-fungsi ini di antara kedua sistem," kata Litovkin.

Baca Juga: Tak mau ketegangan di Laut Hitam memanas, Vladimir Putin enggan gelar latihan militer

Sebuah sumber yang dekat dengan Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal S-550 pertama akan memasuki layanan dengan Angkatan Darat Rusia pada tahun 2025.

Perangkat keras untuk S-550 kabarnya telah dibangun dan terkait dengan sistem pertahanan rudal balistik strategis. S-550 akan menggunakan peluncur bergerak dengan rudal hipersonik.

Sumber tersebut juga memastikan bahwa sistem rudal ini tidak akan tersedia dalam versi yang dipasangkan di kapal perang.

Pada Dubai Airshow 2021 lalu, kepala perusahaan teknologi Rusia Rostec, Sergey Chemezov, mengatakan S-550 akan menampilkan deteksi target jarak jauh dan kemampuan intersepsi rudal.

Kemampuan rudal S-550 juga sudah mulai menarik perhatian Presiden Rusia Vladimir Putin. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan bahwa Putin telah menekankan pentingnya memberikan sistem pertahanan udara S-350, S-500 dan S-550 untuk pasukan Rusia.

Baca Juga: Pentagon: Akan ada 1.000 hulu ledak nuklir di China pada 2030

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru