kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.885   15,00   0,09%
  • IDX 8.891   6,54   0,07%
  • KOMPAS100 1.231   4,76   0,39%
  • LQ45 872   5,90   0,68%
  • ISSI 325   0,55   0,17%
  • IDX30 446   5,06   1,15%
  • IDXHIDIV20 528   7,60   1,46%
  • IDX80 137   0,70   0,51%
  • IDXV30 146   1,98   1,37%
  • IDXQ30 143   1,55   1,09%

Saat perekonomian membutuhkan, China justru menahan kebijakan fiskal


Rabu, 13 Oktober 2021 / 15:03 WIB
Saat perekonomian membutuhkan, China justru menahan kebijakan fiskal
ILUSTRASI. Properti di Beijing, China. Picture taken January 9, 2019. REUTERS/Jason Lee


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Lebih  jauh, kesulitan baru-baru ini di pasar properti karena krisis utang China Evergrande Group dan kontrol harga tanah mempersulit pemerintah daerah untuk menjual tanah guna mengumpulkan dana untuk proyek.

Pendapatan pemerintah yang diperoleh dari penjualan tanah menurun pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, data terakhir menunjukkan.

Jika hal itu berlanjut hingga akhir tahun, akan sangat merugikan keuangan pemerintah daerah. Lantaran penjualan tanah dalam empat bulan terakhir tahun ini biasanya menghasilkan sekitar setengah dari semua pendapatan dari sumber tersebut sepanjang tahun.

Namun, ada sinyal bahwa lebih banyak pengeluaran pemerintah mungkin sedang dikerjakan, dengan Dewan Negara bulan lalu menyerukan upaya untuk lebih mengoordinasikan kebijakan fiskal, keuangan, dan ketenagakerjaan untuk menstabilkan ekspektasi yang masuk akal oleh pasar.

Selanjutnya: Puluhan tambang tutup, harga batubara termal China melonjak ke rekor tertinggi baru




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×