kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Saat perekonomian membutuhkan, China justru menahan kebijakan fiskal


Rabu, 13 Oktober 2021 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Properti di Beijing, China. Picture taken January 9, 2019. REUTERS/Jason Lee


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Lebih  jauh, kesulitan baru-baru ini di pasar properti karena krisis utang China Evergrande Group dan kontrol harga tanah mempersulit pemerintah daerah untuk menjual tanah guna mengumpulkan dana untuk proyek.

Pendapatan pemerintah yang diperoleh dari penjualan tanah menurun pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, data terakhir menunjukkan.

Jika hal itu berlanjut hingga akhir tahun, akan sangat merugikan keuangan pemerintah daerah. Lantaran penjualan tanah dalam empat bulan terakhir tahun ini biasanya menghasilkan sekitar setengah dari semua pendapatan dari sumber tersebut sepanjang tahun.

Namun, ada sinyal bahwa lebih banyak pengeluaran pemerintah mungkin sedang dikerjakan, dengan Dewan Negara bulan lalu menyerukan upaya untuk lebih mengoordinasikan kebijakan fiskal, keuangan, dan ketenagakerjaan untuk menstabilkan ekspektasi yang masuk akal oleh pasar.

Selanjutnya: Puluhan tambang tutup, harga batubara termal China melonjak ke rekor tertinggi baru




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×