kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Saingi Coca-Cola, Pepsi akuisisi Rockstar Energy US$ 3,85 miliar


Kamis, 12 Maret 2020 / 19:15 WIB
Saingi Coca-Cola, Pepsi akuisisi Rockstar Energy US$ 3,85 miliar
ILUSTRASI. minuman ringan soft drink minuman bersoda PEPSI Cola.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. PepsiCo Inc membuat taruhan terbesar dalam pasar minuman energi dengan melakukan kesepakatan mengakuisisi saham Rockstar Energy Beverage senilai US$ 3,85 miliar. Ini akan jadi langkah baru dalam melakukan persaingan dengan Coca-Cola.

Kesepakatan tersebut merupakan langkah terbaru CEO baru PepsiCo, Ramon Laguarta, guna mengurangi ketergantungan pada bisnis intinya yakni minuman manis dan camilan asin. Produk tersebut saat ini kian dijauhi konsumen yang mulai sadar akan kesehatan.

Baca Juga: Virus corona menyebar ke berbagai negara, ekspor produk China kian terancam

Pada Juli lalu, Pepsi juga mengumumkan mengakuisisi perusahaan pembuat sereal dan jus buah Afrika Selatan, Pioneer Food Group. Itu dilakukan beberapa bulan setelah menutup pembelian US$ 3,2 miliar perusahaan pembuat mesin minuman berkarbonasi SodaStream.

Kesepakatan Rockstar muncul sekitar dua bulan setelah Coca-Cola, yang memiliki saham di Monster Beverage Co, meluncurkan minuman energi bermerek Coke di Amerika Serikat (AS), setelah diluncurkan di pasar Eropa tahun lalu.

PepsiCo yang sudah mendistribusikan produk-produk Rockstar di beberapa pasar dengan merek Mountain Dew Kickstart dan Mountain Dew Game Fuel.

"Dengan Rockstar di bawah sayap mereka, PepsiCo akan memiliki keluarga minuman energi dan mereka dapat mengoordinasikan aktivitas seluruh merek grupnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan orang," kata analis Edward Jones John Boylan dikutip Reuters (12/3).

Baca Juga: Donald Trump: Yang terjadi sekarang bukan krisis keuangan!

Laguarta sebelumnya mengatakan perusahaan ingin memperluas kehadirannya di pasar minuman berkafein karena jam kerja yang lebih lama di AS membantu meningkatkan permintaan untuk perbaikan energi yang cepat.



TERBARU

[X]
×