Saran Mahathir untuk Pemerintah Malaysia: Fokus Pada Ekonomi, Bukan Pemilu

Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:30 WIB Sumber: CNBC
Saran Mahathir untuk Pemerintah Malaysia: Fokus Pada Ekonomi, Bukan Pemilu

ILUSTRASI. Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, Kamis (3/9/2020). REUTERS/Lim Huey Teng


KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyarankan agar pemerintah negaranya lebih fokus mengatasi masalah ekonomi, bukan sibuk mengadakan pemilu pasca pembubaran parlemen.

Pada hari Senin (10/10), Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob membubarkan parlemen untuk mengadakan pemilihan awal di tengah dugaan laporan pertikaian politik dalam koalisi Barisan Nasional yang berkuasa.

Pemerintah kini terpaksa harus mengadakan pemilu dalam waktu 60 hari. Pemilu pada awalnya dijadwalkan berlangsung pada September tahun depan.

Dalam wawancaranya dengan CNBC hari Kamis (6/10) pekan lalu, Mahathir merasa cuaca yang sedang buruk di bulan November bukanlah waktu yang tepat untuk mengadakan pemilu.

Baca Juga: Dampak Pembubaran Parlemen, Indeks Saham Bursa Malaysia dan Ringgit Merosot

"Jika ada pemilu, pemerintah harus mengantisipasi halangan pemilih karena cuaca buruk agar rakyatnya sendiri memilih mereka. Jadi, ini bukan waktu yang tepat untuk pemilihan," ungkap Mahathir.

Mahathir dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sama-sama menentang pelaksanaan pemilu lebih awal karena musim hujan dan banjir yang dapat mempengaruhi jumlah pemilih atau membahayakan pemilih.

Mahathir juga yakin ada banyak pemilih yang telah menerima suap dari pemerintah untuk ikut memilih. Menurutnya, pemerintah harus fokus pada pemberantasan korupsi dan penyesuaian manajemen ekonomi negara.

"Pemerintah saat ini tidak fokus pada memberantas korupsi, justru pemerintah sendiri yang korup. Mereka tidak akan mampu mengatasi masalah. Karena dari atas, mereka korup," lanjut Mahathir.

Baca Juga: Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Resmi Bubarkan Parlemen dan Mempercepat Pemilu

Perdana menteri terlama di Malaysia ini juga menyatakan keprihatinannya karena partai UMNO yang mendukung Perdana Menteri Najib Razak bisa memenangkan pemilu meskipun Najib terkena skandal korupsi 1MDB (1Malaysia Development Berhad).

Najib baru-baru ini dijatuhi hukuman 12 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah menggelapkan miliaran dolar dari dana kekayaan kedaulatan Malaysia 1MDB.

Ketika ditanya mengenai peluang kerja samanya dengan partai oposisi, Partai Pakatan Harapan, Mahathir tegas menolak karena menganggap mereka juga korup.

"Tidak, saya tidak bisa bekerja dengan orang-orang ini karena mereka korup, langsung dari atas ke bawah," pungkasnya.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru