kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45910,84   21,04   2.36%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sebagian Besar Portofolio Bill Gates Diinvestasikan di Perusahaan Terkait AI


Jumat, 22 Maret 2024 / 08:20 WIB
Sebagian Besar Portofolio Bill Gates Diinvestasikan di Perusahaan Terkait AI
Sebagian Besar Portofolio Bill Gates Diinvestasikan di Perusahaan Terkait AI


Sumber: The Motley Fool | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu orang terkaya dunia Bill Gates, yang mempunya kekayaan bersih US$ 130 miliar, mengelola kekayaannya melalui Gates Foundation Trust. 

Dimana Hampir 35% dari portofolio Gates diinvestasikan dalam dua saham yang punya kaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pertama adalah saham Microsoft. Dimana hampir 34% dari portofolio Gates Foundation Trust dipegang dalam saham Microsoft. 

Gates, yang adalah pendiri Microsoft, telah memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan perusahaan ini, khususnya dalam inisiatif AI seperti penggunaan model bahasa GPT-4 OpenAI.

Baca Juga: Bill Gates Tempatkan 35% Portofolio Investasinya pada 2 Saham Kecerdasan Buatan (AI)

Kedua adalah saham Schrödinger (SDGR) meskipun hanya menyumbang kurang dari 0,6% dari portofolio. 

Meskipun bukan perusahaan AI secara eksplisit, Schrödinger fokus pada pengembangan obat-obatan dengan bantuan pembelajaran mesin.

Kedua saham ini menarik perhatian positif dari Wall Street. 

Analis merekomendasikan Microsoft sebagai perusahaan yang fundamentalnya kuat, dengan potensi kenaikan harga sahamnya sebesar 7% dalam beberapa waktu ke depan. 

Schrödinger juga menarik, dengan target harga konsensus yang 45% lebih tinggi dari harga saat ini.

Baca Juga: Kunci Sukses Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Dua Daftar

Meskipun menarik, penilaian investor tetap menjadi keputusan akhir. 

Microsoft memiliki multiple pendapatan yang tinggi, sementara Schrödinger belum menghasilkan keuntungan namun memiliki rasio harga terhadap penjualan yang tinggi.

Meski demikian, Microsoft tetap menarik untuk investor jangka panjang. 

Sementara Schrödinger mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut terkait kinerjanya.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×