kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Secercah harapan dari Italia, kasus virus corona turun empat hari berturut-turut


Kamis, 26 Maret 2020 / 15:04 WIB
Secercah harapan dari Italia, kasus virus corona turun empat hari berturut-turut
ILUSTRASI. Pelatih pribadi Antonietta Orsini melakukan kelas olahraga untuk tetangganya dari balko saat penduduk Italia tidak bisa meninggalkan rumah mereka karena wabah penyakit virus corona baru di Roma, Italia, 18 Maret 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID -ROMA. Jumlah kasus baru virus corona di Italia pada Rabu (25/3) turun. Itu berarti, infeksi melambat empat hari berturut-turut, meningkatkan harapan bahwa penguncian yang negara ini berlakukan sejak dua minggu lalu berhasil.

Melansir Thelocal.it, jumlah kematian harian juga menurun, meski masih tetap tinggi, sebanyak 683 orang pada Rabu (25/3). Ini membawa jumlah yang meninggal menjadi 7.503 orang, menurut data terbaru dari Departemen Perlindungan Sipil Italia.

Pada Rabu (25/3), ada 5.210 kasus baru virus corona terkonfirmasi di Italia, lebih sedikit dari Selasa (24/3) yang mencapai 5.249 kasus. Jumlah total kasus yang terdeteksi di Italia sejak wabah Covid-19 mulai telah melewati angka 74.000 kasus.

 Baca Juga: Kisah Vertova, saat virus corona lebih buruk dari Perang Dunia II 

Italia juga mencatat lebih sedikit kasus pada Rabu (25/3) dibandingkan dengan Amerika Serikat mencapai 5.797 dan Spanyol sebanyak 5.552 kasus. Sekitar 9.000 orang di Italia yang terinfeksi virus kini sudah pulih dan pulang dari rumahsakit.

Cuma, mengacu data Institut Kesehatan Nasional Italia, 33 orang yang meninggal akibat virus corona adalah dokter, dan total 5.000 petugas kesehatan negeri Menara Pisa ini terinfeksi Covid-19.

Hampir 4.500 kematian akibat Covid-19 berada di wilayah yang paling terpukul, Provinsi Lombardy saja. Dan, lebih dari 1.000 kematian di Emilia-Romagna. Sebagian besar infeksi juga di Lombardy, di mana kasus penularan komunitas pertama tercatat akhir Februari.

Baca Juga: Kedodoran tangani corona, AS bisa menjadi seperti Italia



TERBARU

[X]
×