Sumber: The Guardian | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - LONDON. Setelah Theresa May mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris, perlombaan untuk menjadi suksesor pun dimulai. Dengan waktu pemilihan dijadwalkan pada bulan Juli, sejumlah politisi dari Partai Konservatif Inggris pun disebut-sebut siap untuk maju.
Dilansir dari The Guardian, sejumlah nama difavoritkan untuk menggantikan posisi May. Kandidat terkuat adalah Boris Johnson.
Johnson dikenal sangat populer di kalangan akar rumput Partai Konservatif. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Times menunjukkan bahwa dia adalah mendapat 39% suara dari para pemilih.
Di posisi kedua adalah Dominic Raab dalam jajak pendapat tersebut, ia berada di posisi kedua setelah Johnson. Ia adalah mantan sekretaris dalam proses Brexit. Ia pun sudah banyak berbicara soal keinginannya maju menjadi perdana menteri.
Nama berikutnya adalah Michael Gove. Menteri lingkungan ini memang belum melakukan sesuatu yang spesifik untuk mendapatkan untuk menarik pemilih. Namun status sebagai loyalis May bisa menjadi pengganjal dirinya untuk dipilih.
Lalu ada Andrea Leadsom yang merupakan mantan pemimpin House of Commons yang mengundurkan diri pada saat-saat terakhir pemilihan perdana menteri pada 2016 dan menjadikan May sebagai calon tunggal pada saat itu. Ia disebut masih pikir-pikir untuk kembali maju dalam pemilihan.
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt juga masuk daftar. Ia dinilai sebagai salah satu kandidat yang punya daya tarik bagi para pemilih.
Sementara meski juga dinilai bisa menjadi salah satu kandidat, namun Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javiddinilai punya kelemahan yakni dinilai monoton di mata publik. Meski begitu, ia mengaku percaya diri bisa menjadi perdana menteri.
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga dianggap memiliki tren kepopuleran yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Pribadi yang dikenal enerjik ini dikenal kompeten dalam pekerjaannya dan berhasil membuat sejumlah kebijakan yang mendasar dalam pekerjaannya.













