Sejuta Alasan Mengapa Warren Buffett Terjun ke Pasar Perak

Selasa, 30 Agustus 2022 | 07:30 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Sejuta Alasan Mengapa Warren Buffett Terjun ke Pasar Perak

ILUSTRASI. Miliarder dunia Warren Buffett lebih memilih perak untuk berinvestasi dibanding emas. REUTERS/Scott Morgan


KONTAN.CO.ID - Miliarder dunia Warren Buffett lebih memilih perak untuk berinvestasi dibanding emas. Rupanya, dia memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya memilih untuk menginvestasikan dananya di komoditas perak.

Mengutip gurufocus.com, untuk memahami mengapa Warren Buffett berusaha keras untuk berinvestasi dalam perak, kita perlu melihat sedikit lebih jauh ke masa lalu. 

Pada akhir 1970-an, Hunt bersaudara (putra taipan minyak Haroldson Lafayette Hunt Jr.) melakukan upaya yang gagal untuk menyudutkan pasar perak. Yaitu, dengan membeli cukup banyak perak sehingga mereka dapat mengendalikan harga komoditas.

Pada puncaknya, ketiga bersaudara itu diperkirakan memiliki sekitar sepertiga dari perak yang diperdagangkan secara publik di dunia, dan mendorong harga perak dari sekitar US$ 6 per troy ounce pada 1979 menjadi sekitar US$ 49 per troy ounce setahun kemudian. 

Pada akhirnya, regulator turun tangan untuk mencegah skema itu membuahkan hasil, dan Hunt bersaudara terpaksa menyatakan kebangkrutan.

Akibat bersih dari manipulasi pasar ini adalah merusak kredibilitas perak sebagai investasi dan penyimpan nilai. Hal ini berkontribusi pada penurunan harga perak selama tahun 1980-an dan 1990-an. 

Baca Juga: Warren Buffett Beberkan Alasan Mengapa Dirinya Tak Suka Obligasi

Akan tetapi, ini bukan satu-satunya alasan mengapa Warren Buffett terjun ke pasar perak. 

Ketika Berkshire Hathaway mulai membeli perak pada tahun 1997, alasannya hanya didasarkan pada aspek penawaran dan permintaan pasar.

Pada pertemuan pemegang saham tahunan 1998, Warren Buffett mengatakan bahwa dia percaya permintaan industri agregat untuk perak berjalan pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada pasokan yang tersedia pada saat itu. 

Karena perak pada saat itu sebagian besar diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan logam lain, pasokannya jauh lebih tidak responsif terhadap perubahan harga dibandingkan komoditas lain.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru