kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.981   -49,00   -0,27%
  • IDX 5.885   138,77   2,41%
  • KOMPAS100 778   18,52   2,44%
  • LQ45 584   14,41   2,53%
  • ISSI 201   4,12   2,09%
  • IDX30 331   8,52   2,64%
  • IDXHIDIV20 406   7,88   1,98%
  • IDX80 88   1,82   2,12%
  • IDXV30 110   1,98   1,83%
  • IDXQ30 106   1,77   1,70%

Selain Indonesia, ini sederet negara yang dicabut AS dari daftar negara berkembang


Sabtu, 22 Februari 2020 / 14:06 WIB
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amerika Serikat beberapa waktu lalu mengeluarkan sejumlah negara dari daftar negara- negara berkembang. REUTERS/Jonathan Ernst TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Kabar mengejutkan datang pada bulan ini saat Amerika Serikat mengeluarkan sejumlah negara dari daftar negara- negara berkembang. Dan, Indonesia adalah salah satunya.

Seperti diberitakan South China Morning Post, langkah yang dilakukan pemerintahan Donald Trump ini untuk menurunkan batasan yang mendorong investigasi AS apakah suatu negara mengancam industri AS dengan subsidi ekspor yang mereka nilai tak adil. 

Baca Juga: AS cabut China, RI dan 3 negara lain dari daftar negara berkembang, apa artinya?

Hal ini berdasarkan catatan yang dirilis Perwakilan Perdagangan AS (USTR). 

Namun Indonesia tak sendiri. Secara total ada 25 negara dari benua Eropa hingga Afrika yang dicabut dari status negara berkembang. 

Negara-negara yang dikeluarkan dari daftar negara berkembang tersebut adalah Albania, Argentina, Armenia, Brazil, Bulgaria, dan China. Kemudian ada Kolombia, Kosta Rika, Georgia, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, dan Republik Kirgis. 

Baca Juga: Dicoret dari daftar negara berkembang oleh AS, begini efeknya ke Indonesia

Selanjutnya ada Malaysia, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, Romania, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Thailand, Ukraina, dan Vietnam. 




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×