Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Dampak ke Energi dan Inflasi
Sepanjang konflik, kapal-kapal Iran tetap melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan, sementara kapal dari negara lain masih tertahan.
Pada Jumat, hanya segelintir kapal yang berhasil melintas, termasuk sebuah supertanker Iran berkapasitas 2 juta barel minyak mentah.
Baca Juga: Gangguan Hormuz Picu Lonjakan Biaya Logistik, Rute Alternatif via AS Mulai Dilirik
Sebelum perang, sekitar 140 kapal melintas setiap hari, membawa hingga 20 juta barel minyak.
Data inflasi Amerika Serikat untuk Maret yang dirilis Jumat menjadi indikator awal dampak perang terhadap harga konsumen di Negeri Paman Sam.
Meski Trump mengklaim kemenangan, perang dinilai belum mencapai tujuan utamanya, yakni melemahkan kemampuan militer Iran, menghentikan program nuklir, dan mendorong perubahan rezim.
Iran masih memiliki rudal dan drone, serta cadangan uranium lebih dari 400 kg yang mendekati tingkat pengayaan untuk senjata nuklir.
Dalam perundingan nanti, Iran disebut akan menuntut konsesi besar, termasuk pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz, termasuk hak memungut biaya transit langkah yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.
Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pernyataannya menegaskan Iran juga akan menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang.
“Kami tidak akan membiarkan agresor kriminal yang menyerang negara kami tanpa hukuman,” ujarnya.
Sebaliknya, AS menuntut Iran menyerahkan cadangan uranium, menghentikan pengayaan, meninggalkan program rudal, serta menghentikan dukungan terhadap sekutu regionalnya—tuntutan lama yang kembali mengemuka.
Baca Juga: PM Inggris dan Trump Bahas Opsi Militer untuk Amankan Selat Hormuz
Konflik Lebanon Memanas
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan telah menginstruksikan dimulainya pembicaraan damai dengan Lebanon secepatnya.
Fokus negosiasi meliputi pelucutan senjata Hezbollah dan pembentukan hubungan damai antara kedua negara.
AS juga dikabarkan akan menjadi tuan rumah pertemuan Israel-Lebanon pekan depan.
Israel sebelumnya menginvasi Lebanon untuk memburu Hezbollah, setelah kelompok tersebut menyerang wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Konflik ini telah memaksa sekitar 20% penduduk Lebanon mengungsi.
Baca Juga: Min Aung Hlaing Janjikan Perbaikan Hubungan ASEAN dan Dorong Investasi di Myanmar
Militer Israel pada Jumat menyatakan telah menyerang 10 peluncur roket di Lebanon yang digunakan untuk menembakkan roket ke wilayah utara Israel. Sementara itu, Hezbollah mengaku menargetkan infrastruktur militer Israel di kota Haifa.
Kelompok tersebut sempat menyatakan akan menghentikan serangan sesuai gencatan senjata, namun kembali melanjutkan pertempuran setelah serangan Israel pada Rabu (8/4).













