Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perselisihan pembagian bonus antara produsen semikonduktor asal Amerika Serikat (AS), Micron Technology, dan pekerjanya di Taiwan semakin memanas.
Serikat pekerja yang mewakili karyawan Micron di Taoyuan berencana menggelar aksi mogok pada Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan agenda mediasi perusahaan bersama perwakilan pekerja di Taichung.
Mengutip Reuters, Selasa (20/10/2026), aksi tersebut bertujuan menunjukkan solidaritas kepada serikat pekerja di Taichung sekaligus meningkatkan tekanan terhadap manajemen Micron agar mengajukan proposal konkret mengenai pembagian keuntungan perusahaan kepada karyawan.
Baca Juga: Korea Selatan Ancam Hukum Tegas Korea Utara, Ketegangan Perbatasan Memanas
Perselisihan ini menjadi perhatian karena Taiwan merupakan salah satu pusat manufaktur penting Micron. Perusahaan memproduksi cip memori dynamic random-access memory (DRAM) dan high-bandwidth memory (HBM) di wilayah tersebut.
Kedua jenis memori itu menjadi komponen penting dalam server kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Serikat pekerja Taoyuan menyatakan aksi mogok diperlukan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap sistem bonus yang berlaku dan mendorong pembentukan mekanisme pembagian keuntungan yang lebih adil.
"Melalui tindakan kami, kami akan menyuarakan ketidakpuasan terhadap sistem saat ini dan menunjukkan tekad untuk membentuk sistem pembagian keuntungan yang adil," kata serikat pekerja Taoyuan dalam pernyataan pada Senin (19/10).
Micron mempekerjakan sekitar 15.000 orang di Taiwan. Perusahaan memiliki serikat pekerja terpisah untuk operasional di Taoyuan dan Taichung, dengan Taichung menjadi lokasi operasional terbesar Micron di Taiwan.
Perselisihan di Taoyuan sebelumnya telah memasuki tahap mediasi pada September, tetapi berakhir tanpa kesepakatan. Pada awal Oktober, serikat pekerja setempat juga telah memperoleh persetujuan anggota untuk melakukan aksi mogok.
Sementara itu, serikat pekerja Taichung masih bernegosiasi dengan perusahaan dan belum menggelar pemungutan suara untuk menentukan apakah akan melakukan aksi serupa.
Serikat pekerja Taoyuan belum mengungkapkan durasi aksi mogok yang direncanakan. Mereka menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut pada Kamis.
Baca Juga: Indeks Nikkei Melemah di Sesi I, Tertekan Kenaikan Imbal Hasil & Kekhawatiran Inflasi
Potensi gangguan di pusat produksi cip memori
Perselisihan ketenagakerjaan tersebut berpotensi menjadi perhatian bagi industri semikonduktor karena Micron memproduksi komponen memori yang dibutuhkan dalam pengembangan infrastruktur AI.
Namun, belum ada keterangan mengenai dampak langsung aksi mogok terhadap kapasitas produksi maupun pengiriman produk perusahaan.
Micron menyatakan telah menginvestasikan lebih dari 1,6 triliun dolar Taiwan atau sekitar US$ 49 miliar di Taiwan. Besarnya investasi tersebut mencerminkan pentingnya wilayah ini bagi kegiatan manufaktur perusahaan.
Presiden Taiwan Lai Ching-te pekan lalu meminta Micron dan para pekerjanya untuk melakukan negosiasi secara tulus guna menyelesaikan perselisihan.
Baca Juga: FTSE Russell Usulkan Perubahan Metodologi Pembobotan Indeks, Simak Poin Utamanya














