Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – TAIPEI. Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Taiwan disebut berada dalam kondisi yang semakin kuat, terutama melalui kerja sama di sektor teknologi tinggi dan manufaktur semikonduktor.
Diplomat tinggi AS di Taipei, Raymond Greene, mengatakan Taiwan turut berperan dalam menghidupkan kembali industri manufaktur Amerika Serikat melalui investasi perusahaan teknologi asal Taiwan.
Pernyataan tersebut disampaikan Greene dalam sebuah acara menjelang pameran perdagangan chip SEMICON yang akan berlangsung di Taipei pekan ini. Sejumlah eksekutif senior perusahaan teknologi, termasuk Microsoft dan Google, dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
"Hubungan kami dengan Taiwan tidak pernah lebih kuat, terutama karena kerja sama kami semakin mendalam di sektor teknologi tinggi dan manufaktur canggih," ujar Greene, yang secara de facto menjalankan fungsi sebagai duta besar AS untuk Taipei.
Greene juga menyoroti peningkatan investasi asing langsung Taiwan di AS yang mencapai rekor pada tahun lalu.
Baca Juga: Banjir dan Puing Hambat Evakuasi, Korban Tewas Bencana Himalaya Hampir 800 Orang
Menurut dia, investasi perusahaan Taiwan membantu mendorong proses reindustrialisasi AS, khususnya melalui pembangunan dan ekspansi fasilitas di sejumlah negara bagian.
"Taiwan membantu menghidupkan kembali industri Amerika, dimulai dengan investasi di Arizona dan Texas, sementara perusahaan-perusahaan AS memperluas kemitraan teknologi mereka dengan membuka operasi di Hsinchu dan Taipei," kata Greene.
Hsinchu merupakan salah satu pusat utama industri semikonduktor Taiwan.
Investasi TSMC di Amerika Serikat
Investasi Taiwan di AS dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan, dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif memperluas kapasitas produksinya di Amerika.
TSMC telah mengumumkan investasi sekitar US$265 miliar di Arizona. Investasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas produksi semikonduktor canggih di AS sekaligus memperkuat rantai pasok chip domestik.
Hubungan ekonomi dan teknologi AS-Taiwan semakin strategis di tengah persaingan teknologi dengan China. Taiwan sendiri merupakan salah satu pusat manufaktur semikonduktor terpenting dunia.
Meski demikian, AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan karena Washington secara resmi mengakui pemerintah China di Beijing. Namun, AS tetap menjadi pendukung internasional terpenting Taiwan sekaligus pemasok utama persenjataan bagi pulau tersebut.
Trump Pernah Kritik Taiwan
Hubungan AS dan Taiwan bukan tanpa ketegangan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya beberapa kali mengkritik Taiwan dan menuduh negara tersebut "mencuri" bisnis semikonduktor Amerika.
Pemerintah Taiwan menilai pandangan tersebut tidak adil. Di sisi lain, Taipei tetap mendorong perusahaan-perusahaan teknologi domestiknya untuk meningkatkan investasi di AS.
Kondisi tersebut mencerminkan perubahan strategi industri semikonduktor global. Perusahaan Taiwan tidak hanya mempertahankan basis produksi di dalam negeri, tetapi juga meningkatkan investasi langsung di AS untuk mendekatkan produksi dengan pasar Amerika sekaligus mengurangi risiko gangguan rantai pasok.
Baca Juga: Bursa Asia Tertekan, Harga Minyak Melonjak di Tengah Konflik AS-Iran
AS Dorong Produksi Chip Domestik
Dalam acara yang sama, pejabat Departemen Perdagangan AS Bill Frauenhofer turut menegaskan pentingnya pengembangan industri semikonduktor domestik melalui program CHIPS Act.
Frauenhofer merupakan direktur eksekutif bidang investasi dan inovasi semikonduktor di Departemen Perdagangan AS. Ia mengatakan program tersebut ditujukan untuk memperkuat kemakmuran dan inovasi Amerika dalam jangka panjang.
"Rencana ini mengamankan kemakmuran dan inovasi Amerika selama beberapa dekade mendatang," ujar Frauenhofer mengenai CHIPS Act.
Ia menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak hanya berupaya membawa kembali produksi semikonduktor ke AS, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan membangun karier bagi masyarakat Amerika.
"Presiden Trump dan pemerintahannya berkomitmen bukan hanya untuk mengembalikan produksi semikonduktor ke Amerika, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga Amerika dan membangun karier yang membuat bangsa dan rakyat kita menjadi hebat," kata Frauenhofer.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa semikonduktor menjadi salah satu sektor strategis dalam hubungan ekonomi AS-Taiwan. Di satu sisi, Taiwan memperluas investasi dan kapasitas produksinya di Amerika. Di sisi lain, AS berupaya menarik investasi teknologi asing untuk memperkuat produksi chip domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok global.
Dengan investasi TSMC dan perusahaan Taiwan lainnya yang terus berkembang, kerja sama kedua pihak diperkirakan akan semakin berfokus pada semikonduktor, manufaktur canggih, kecerdasan buatan, serta teknologi strategis lainnya.














