kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Shell Kaji Opsi Divestasi Sejumlah Investasi Shell Ventures


Kamis, 26 Februari 2026 / 19:45 WIB
Shell Kaji Opsi Divestasi Sejumlah Investasi Shell Ventures
ILUSTRASI. CHEVRON-M&A/SHELL-ANGOLA (REUTERS/Chris Helgren)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Raksasa minyak dan gas asal Inggris, Shell, tengah meninjau portofolio investasinya dan membuka opsi untuk menjual sebagian kepemilikan pada sejumlah perusahaan di bawah unit modal venturanya, Shell Ventures. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut.

Menurut salah satu sumber, Shell tetap akan mempertahankan mayoritas investasi di unit Ventures. Dana ventura korporasi ini memiliki kepemilikan di berbagai perusahaan rintisan dan bisnis tahap awal yang berfokus pada sektor ketenagalistrikan, pengelolaan emisi, serta mobilitas.

Baca Juga: AS Kenakan Bea Anti-Subsidi Tinggi untuk Panel Surya Impor dari Indonesia

Di bawah kepemimpinan CEO Wael Sawan, Shell berupaya merampingkan proyek-proyek rendah karbon dan mengalihkan fokus ke perdagangan gas alam cair (LNG) serta kegiatan hulu migas.

Shell Ventures, yang didirikan pada 1996, biasanya menanamkan investasi awal sebesar 2 juta hingga 5 juta dolar AS. Total komitmen pendanaan berpotensi mencapai 10 juta hingga 25 juta dolar AS sepanjang siklus hidup sebuah perusahaan, berdasarkan informasi di situs resmi Shell.

Untuk sebagian kecil portofolio, Shell akan mencari investor yang dinilai lebih tepat untuk mendukung pengembangan dan ekspansi perusahaan-perusahaan tersebut, kata salah satu sumber.

Awal bulan ini, Shell melaporkan laba kuartal keempat yang meleset dari ekspektasi pasar setelah turun 11% ke level terendah sejak awal 2021 akibat melemahnya harga minyak. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) dalam jumlah besar.

Selanjutnya: Merdeka Gold (EMAS) Kirim Dore Perdana, Pani Masuk Fase Menuju Produksi Komersial

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 27 Februari 2026, Bangun Reputasi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×