kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Singtel pilih Nokia dan Ericsson ketimbang Huawei untuk bisnis 5G di Singapura


Kamis, 25 Juni 2020 / 13:23 WIB
Singtel pilih Nokia dan Ericsson ketimbang Huawei untuk bisnis 5G di Singapura
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A Singtel logo is pictured at their head office in Singapore February 11, 2016. REUTERS/Edgar Su/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 7 AUG FOR ALL IMAGES

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapore Telecommunications Ltd. (Singtel), operator telekomunikasi terbesar di Singapura, memilih Ericsson AB dan Nokia Oyj sebagai penyedia jaringan 5G utama mereka. Ini berarti Singapore Telecom tidak memilih Huawei Technologies Co. asal China sebagai rekan utama bisnis 5G di Singapura.

Seperti dikutip Bloomberg, Kamis (25/6), Singtel memilih Ericsson AB dan Nokia setelah Pemerintah Singapura memberikan persetujuan akhir untuk peluncuran cakupan 5G nasional di negara tersebut pada Rabu (24/6). Huawei, yang telah menjadi titik perdebatan dalam ketegangan antara Amerika Serikat (AS)  dan China, masih memiliki pijakan di pasar Singapura sebagai penyedia untuk sistem jaringan lokal TPG Telecom Pte yang lebih kecil.

Baca Juga: Dikabarkan merger, saham Nokia moncer

Otoritas Pengembangan Media Infocomm mengatakan, keputusan final dikeluarkan untuk Singtel dan grup yang dibentuk oleh StarHub dan M1 Ltd. itu setelah mereka menyelesaikan proses pengaturan, termasuk pemilihan lot spektrum frekuensi dan mitra vendor.  

Sementara TPG Telecom Pte Ltd. sedang mengalokasikan sisa spektrum frekuensi dalam gelombang milimeter untuk menggelar jaringan 5G yang terlokalisasi. "Kami tidak pernah secara eksplisit mengecualikan vendor mana pun. Anda memiliki beragam vendor yang terlibat dalam berbagai aspek sistem 5G dan itu sebenarnya merupakan hasil positif dari perspektif kami," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura S. Iswaran dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television 



TERBARU

[X]
×