kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Situasi Ukraina Memanas, Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Rontok


Jumat, 18 Februari 2022 / 09:41 WIB
Situasi Ukraina Memanas, Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Rontok
ILUSTRASI. Pasar kripto rontok pada Jumat (18/2/2022), dengan harga Bitcoin jatuh ke US$ 40.000. Situasi di Ukraina yang memanas, membuat investor menjauh dari aset berisiko tinggi, termasuk mata uang kripto.?REUTERS/Soe Zeya Tun.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Pasar kripto rontok pada Jumat (18/2), dengan harga Bitcoin jatuh ke US$ 40.000. Situasi di Ukraina yang memanas, membuat investor menjauh dari aset berisiko tinggi, termasuk mata uang kripto.

Mengacu data CoinMarketCap pada Jumat (18/2) pukul 09.30 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 40.809,12 atau merosot 7,18% dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum turun 7,04% menjadi US$ 2.909,09.

Sementara harga mata uang kripto berbasis meme Dogecoin dan Shiba Inu masing-masing turun 5,42% ke posisi US$ 0,1411 dan 7,08% jadi US$ 0,00002901 di banding posisi 24 jam sebelumnya.

Penurunan harga mata uang kritpo bertepatan dengan pasar saham AS yang merah, terutama saham teknologi yang lebih fluktuatif. Nasdaq yang sarat saham teknologi turun hampir 3%.

Baca Juga: Harga Bitcoin Mentok di US$ 45.000, Investor Cermati Situasi Rusia dan Ukraina

Laporan penembakan di Ukraina Timur dan tuduhan bahwa Rusia mengatur operasi bendera palsu atau niat untuk menyalahkan Ukraina karena memulai konflik telah meningkatkan ketegangan.

"Dan menyebabkan lebih banyak investor mencari posisi yang kurang berisiko," kata Susannah Streeter, Senior Investment and Markets Analyst Hargreaves Lansdown, kepada CoinDesk.

Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Januari 2022 yang naik menjadi 9,8% dan kekhawatiran inflasi berkelanjutan juga membuat investor kembali ke emas, yang sempat menembus US$ 1.900, dan aset berisiko rendah lainnya. 

"Harga emas, yang dilihat sebagai safe haven di saat krisis, telah naik ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir," ujar Streeter.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×