kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Skandal ijazah palsu, CEO Yahoo! mengundurkan diri


Senin, 14 Mei 2012 / 10:18 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih pakaian di gerai Sogo Department Store saat berlangsung program diskon Red Hot Deals di Mal Lippo Puri Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (25/04). KONTAN/Baihaki/25/04/2021


Reporter: Edy Can, BBC | Editor: Edy Can

NEW YORK. Umur jabatan Scott Thompson sebagai Chief Executive Officer Yahoo! ternyata pendek. Setelah empat bulan menjabat, Thompson akhirnya mengundurkan diri sebagai Chief executive Officer akibat skandal pemalsuan riwayat pendidikan.

Yahoo! mengatakan, Thompson ternyata tidak memiliki ijazah dalam ilmu komputer seperti yang tertulis dalam riwayat pendidikannya. Perusahaan yang berbasis di California ini akan menggantikan Thompson dengan Ross Levinshon. Levinshon adalah orang yang bertanggung jawab atas konten dan iklan di Yahoo!.

Selain itu, Yahoo! juga akan menunjuk Daniel Loeb sebagai salah satu direktur. Daniel Loeb adalah seorang hedge fund manager yang mengungkapkan pemalsuan yang dilakukan Thompson tersebut.

Thompson sebelumnya adalah Presiden Direktur di Paypal. Pada Januari 2012 dia ditunjuk menggantikan Carol Bartz yang tak kunjung memperbaiki kinerja Yahoo!.

Sejak menjadi chief executive officer, Thompson melakukan pemangkasan karyawan untuk menggenjot kinerja Yahoo!. Dia memangkas 2.000 karyawan Yahoo!.




TERBARU

[X]
×