kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Skandal McDonald's India Pakai Minyak Tak Layak dan Tomat Busuk


Jumat, 13 Februari 2026 / 17:20 WIB
Skandal McDonald's India Pakai Minyak Tak Layak dan Tomat Busuk
ILUSTRASI. Gerai McDonalds (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Otoritas keamanan pangan India memberi peringatan keras kepada gerai McDonald's di Jaipur setelah inspeksi menemukan minyak goreng tak layak konsumsi dan tomat busuk di ruang penyimpanan. Temuan ini mencoreng reputasi salah satu jaringan restoran global terbesar di pasar India yang tengah tumbuh pesat.

Mengutip Reuters (13/2), inspeksi yang dilakukan pada Senin di Jaipur, kota wisata utama di negara bagian Rajasthan, mendapati sekitar 40 liter minyak yang digunakan berulang kali hingga tidak layak pakai. Pejabat keamanan pangan setempat, Sushil Chotwani mengatakan, praktik tersebut melanggar standar keamanan pangan. Petugas pun langsung menyita sampel minyak untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Peringatan resmi telah dilayangkan kepada pengelola gerai. Manajemen diberi waktu 14 hari untuk memperbaiki praktik operasional, atau menghadapi tindakan lanjutan yang lebih tegas. Otoritas juga memastikan inspeksi akan diperluas ke gerai-gerai lain di kota tersebut. Langkah ini memberi sinyal bahwa regulator tidak ingin kasus serupa terulang, apalagi melibatkan merek global.

Di sisi lain, pemegang waralaba McDonald’s untuk India Utara dan Timur, Connaught Plaza Restaurants menyatakan, kooperatif dan menegaskan telah mengikuti standar global McDonald’s yang ketat. Namun, temuan di lapangan menimbulkan pertanyaan, seberapa konsisten standar global itu dijalankan di tingkat operasional?

Baca Juga: Bitcoin (BTC) Melemah ke US$66.224, Level US$69.000 Jadi Penentu Arah Pasar

Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap praktik keamanan pangan di India. Pelanggaran dan pemalsuan bahan pangan kerap terjadi, tetapi insiden pada merek multinasional papan atas relatif jarang. Karena itu, kasus di Jaipur berpotensi memicu pengawasan lebih luas dan menekan reputasi McDonald’s di pasar yang menjadi salah satu motor pertumbuhan konsumen global.

Bagi investor dan pelaku industri, insiden ini menjadi pengingat bahwa ekspansi agresif di pasar berkembang harus dibarengi pengawasan kualitas yang ketat. Di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin sengit, satu celah kecil dalam standar operasional bisa berdampak besar pada kepercayaan publik.

Baca Juga: Pemilu Bangladesh 2026: Antrean Panjang dan Harapan Demokrasi Baru


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×