kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 17.997   14,00   0,08%
  • IDX 6.171   -25,44   -0,41%
  • KOMPAS100 805   -6,13   -0,76%
  • LQ45 611   -3,99   -0,65%
  • ISSI 214   -0,40   -0,19%
  • IDX30 343   -2,70   -0,78%
  • IDXHIDIV20 425   -3,77   -0,88%
  • IDX80 92   -0,64   -0,69%
  • IDXV30 116   -1,03   -0,88%
  • IDXQ30 110   -0,91   -0,82%

Soal Hong Kong, Tiongkok: AS dan Inggris mencampuri urusan dalam negeri China


Senin, 18 November 2019 / 22:08 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Duta Besar China untuk Inggris menuduh negara-negara asing, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok melalui reaksi mereka terhadap kekerasan yang terjadi di Hong Kong.

"Beberapa negara Barat telah secara terbuka mendukung pelaku kekerasan ekstrem (di Hong Kong)," kata Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming dalam konferensi pers di London, Senin (18/11), seperti dikutip Reuters.

"Dewan Perwakilan Rakyat AS mengadopsi apa yang disebut UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong untuk secara terang-terangan mencampuri urusan Hong Kong, yang merupakan urusan dalam negeri China," ujar Liu.

Baca Juga: Tentara China sempat turun ke jalan-jalan di Hong Kong, ada apa?

"Pemerintah Inggris dan Komite Urusan Luar Negeri House of Commons menerbitkan laporan terkait China yang membuat pernyataan tidak bertanggungjawab atas Hong Kong," sebut Liu.

Dengan mengkritik tindakan kekerasan oleh pihak berwenang Hong Kong sekaligus para pengunjuk rasa, Inggris secara efektif sudah memihak. "Mereka tampak seperti seimbang tetapi pada kenyataannya mereka memihak," imbuh Liu

"Saya pikir, ketika Pemerintah Inggris mengkritik polisi Hong Kong, mengkritik Pemerintah Hong Kong dalam menangani situasi ini, mereka mencampuri urusan dalam negeri China," tegasnya. "Itulah posisi kami".

Baca Juga: Termasuk Garuda, sejumlah maskapai Asia mengurangi penerbangan ke Hong Kong




TERBARU

[X]
×