kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.896   -37,00   -0,21%
  • IDX 6.052   20,42   0,34%
  • KOMPAS100 780   5,03   0,65%
  • LQ45 598   4,69   0,79%
  • ISSI 211   -0,16   -0,07%
  • IDX30 333   2,61   0,79%
  • IDXHIDIV20 426   3,78   0,90%
  • IDX80 89   0,56   0,64%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 109   0,93   0,87%

SpaceX Akuisisi Spektrum 800 MHz, Siap Tantang Operator Seluler AS


Jumat, 09 Oktober 2026 / 09:05 WIB
SpaceX Akuisisi Spektrum 800 MHz, Siap Tantang Operator Seluler AS
ILUSTRASI. SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, mengakuisisi portofolio spektrum frekuensi pita rendah (low-band) yang mencakup seluruh wilayah Amerika Serikat (AS).

Langkah ini memperkuat ambisi SpaceX untuk menantang operator seluler konvensional melalui layanan komunikasi satelit Starlink Mobile.

Kesepakatan yang diumumkan pada Kamis (8/10/2026) tersebut melibatkan akuisisi 100% portofolio spektrum frekuensi 800 MHz milik perusahaan ekuitas swasta Grain Management.

Baca Juga: Donald Trump Ternyata Beli dan Lalu Jual Saham SpaceX pada Juli, Nilainya Segini

Nilai transaksi tidak diungkapkan dan kesepakatan itu masih memerlukan persetujuan Komisi Komunikasi Federal AS (Federal Communications Commission/FCC).

Spektrum pita rendah memungkinkan sinyal menjangkau jarak lebih jauh dan menembus penghalang fisik, seperti dinding bangunan serta pepohonan.

Karakteristik ini dapat mengatasi salah satu kendala teknis utama jaringan seluler berbasis satelit, terutama dalam menyediakan konektivitas di dalam bangunan dan wilayah dengan jangkauan terbatas.

Saat ini, layanan Starlink Mobile telah memiliki spektrum pita menengah 2 GHz yang digunakan untuk menyediakan kapasitas transmisi data berkecepatan tinggi.

Dengan tambahan spektrum 800 MHz, SpaceX berupaya menggabungkan jangkauan luas frekuensi pita rendah dengan kapasitas jaringan satelit berfrekuensi lebih tinggi.

Strategi tersebut berpotensi memungkinkan Starlink Mobile bersaing langsung dengan jaringan seluler berbasis menara pemancar.

Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Jepang Turun, Ikuti Reli Treasury AS

Konektivitas satelit yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai pelengkap untuk wilayah terpencil kini berpeluang berkembang menjadi layanan komersial yang menantang operator seluler konvensional.

Pengumuman transaksi tersebut turut menekan saham sejumlah operator telekomunikasi besar AS.

Saham T-Mobile US, Verizon Communications, dan AT&T masing-masing turun sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Ketiga operator tersebut sebelumnya membentuk usaha patungan yang berfokus pada teknologi satelit pada Mei lalu.

Sejumlah analis menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya industri telekomunikasi untuk merespons ancaman persaingan dari SpaceX.

Baca Juga: Daftar 20 Negara Terkaya di Dunia 2026 Berdasarkan PDB per Kapita

Analis William Blair menilai, operator seluler yang telah mapan selama ini menyampaikan keraguan terhadap kemampuan jaringan SpaceX untuk menyamai kualitas layanan mereka.

Namun, analis tersebut memperkirakan SpaceX berpotensi menawarkan paket bundel layanan internet broadband Starlink dan Starlink Mobile yang menarik.

Perusahaan juga dapat memasukkan Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh xAI milik Musk, ke dalam paket layanan tersebut.

Ketua FCC Brendan Carr menyambut kesepakatan SpaceX dan Grain Management. Menurut dia, transaksi tersebut berpotensi mendorong investasi dan memperluas peluang bagi berbagai penyedia layanan teknologi di AS.

"Kita akan melihat lebih banyak investasi, lebih banyak peluang bagi berbagai penyedia layanan, serta Amerika memimpin dunia dalam teknologi generasi berikutnya, demi kepentingan konsumen di seluruh negeri," kata Carr.

Baca Juga: Meta Blokir Iklan TikTok di Facebook dan Instagram, Berlaku Juga di Indonesia

CEO Grain Management David Grain juga menyebut kesepakatan tersebut berpotensi mengubah cara dan lokasi masyarakat AS mengakses konektivitas.

Portofolio spektrum yang diakuisisi SpaceX sebelumnya diperoleh Grain dari T-Mobile pada awal tahun ini.

Salah satu keunggulan frekuensi 800 MHz adalah sebagian besar ponsel yang beredar saat ini sudah mendukung pita frekuensi tersebut.

Dengan demikian, konsumen berpotensi mengakses layanan tanpa harus membeli perangkat telepon satelit khusus.

Meski demikian, Verizon menilai SpaceX masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mengembangkan layanan tersebut. Juru bicara Verizon Rich Young mengatakan kepemilikan spektrum saja tidak cukup tanpa dukungan jaringan yang memadai.

"Perusahaan ini bisa memiliki spektrum dalam jumlah besar, tetapi jika tidak memiliki jaringan untuk menggunakannya, hal itu tidak berarti apa-apa. Spektrum tersebut hanya menjadi gelombang radio yang tidak terpakai," kata Young.

Baca Juga: Bendera Raksasa Taiwan Terbang di Taipei Jelang Hari Nasional, Beijing Menentang

Di sisi lain, FCC pada pekan ini juga menyetujui permohonan konstelasi satelit Starlink Mobile generasi kedua (Gen2).

Persetujuan tersebut memberikan izin kepada SpaceX untuk meluncurkan 15.000 satelit yang dioptimalkan bagi penggunaan spektrum 2 GHz secara global.

Konstelasi baru itu akan beroperasi di orbit Bumi sangat rendah atau very low Earth orbit. SpaceX menargetkan jaringan tersebut dapat meningkatkan kapasitas bandwidth sekaligus menghadirkan koneksi dengan latensi rendah pada ponsel standar.

Kombinasi perluasan spektrum dan pengembangan konstelasi satelit ini menjadi bagian dari strategi SpaceX untuk memperluas layanan komunikasi langsung ke perangkat, sekaligus memperbesar persaingan di pasar telekomunikasi AS.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×