Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
BANGKOK. Secara tidak terduga, Bank of Thailand menahan tingkat suku bunga acuannya di level 2,25%. Sementara, tujuh dari 21 ekonom yang disurvei Bloomberg meramal tingkat suku bunga akan diturunkan sebesar 0,25 poin.
Langkah ini tetap diambil bank sentral kendati kemarin (21/1), Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mendeklerasikan status darurat di Bangkok untuk mengontrol aksi demonstrasi anti pemerintah yang sudah menahan laju pertumbuhan ekonomi Thailand.
Asal tahu saja, status darurat sudah mulai berlaku mulai hari ini hingga 60 hari ke depan. Penyebabnya, serangan yang dilakukan oleh kelompok anti pemerintah semakin meningkat sehingga mengancam rencana pelaksanaan pemilihan umum yang dijadwalkan akan berlangsung pada 2 Februari mendatang.
"Tanggal 2 Februari akan menjadi titik balik bagi Thailand, sehingga bank sentral memilih untuk melakukan aksi wait and see," jelas Benjarong Suwankiri, ekonom TMB Bank Plc di Bangkok.
Dia menambahkan, bank sentral harus melihat dulu dampak dari pemangkasan suku bunga pada pertemuan bank sentral sebelumnya. "Kalau suku bunga diturunkan lagi, sepertinya akan terlalu cepat," jelasnya.













