kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Stok, produksi, dan ekspor CPO Malaysia turun, ini penyebabnya


Senin, 10 Februari 2020 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja Sime Darby Plantation menunjukkan buah kelapa sawit di sebuah perkebunan di Pulau Carey, Malaysia, 31 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Para pedagang di negeri Sungai Gangga memangkas pembelian minyak sawit dari Malaysia, mengikuti instruksi informal dari Pemerintah India di tengah percekcokan diplomatik dengan Pemerintahan Mahathir Mohamad.

Baca Juga: Virus corona pengaruhi industri CPO hingga mamin Indonesia

Menurut pedagang CPO yang berbasis di Kuala Lumpur kepada Reuters, wabah virus corona baru dan liburan panjang Tahun Baru Imlek juga telah mengganggu permintaan minyak sawit dari China.

Ekspor CPO Malaysia ke China pada Januari 2020 lalu melorot hampir setengahnya ketimbang Desember 2019 menjadi 176.771 ton. Dan, MPOB mencatat, ini adalah angka terendah sejak Juli 2019.

Permintaan yang melemah di luar negeri menekan harga minyak sawit selama beberapa hari terakhir. Pada Senin (10/2), harga CPO turun lebih dari 2,1% mendekati 2.754 ringgit per ton.




TERBARU

[X]
×