Sukses di Ukraina, Drone Tempur Bayraktar TB2 Diprediksi Bakal Dilirik Seluruh Dunia

Selasa, 31 Mei 2022 | 11:05 WIB Sumber: Reuters
Sukses di Ukraina, Drone Tempur Bayraktar TB2 Diprediksi Bakal Dilirik Seluruh Dunia

ILUSTRASI. Drone Bayraktar TB2 terlihat selama latihan untuk parade militer Hari Kemerdekaan di Kiev tengah, Ukraina 18 Agustus 2021. REUTERS/Gleb Garanich


KONTAN.CO.ID - BAKU. Perancang drone tempur Bayraktar TB2, Selcuk Bayraktar, percaya bahwa seluruh dunia akan segera menjadi pembeli drone tempur rancangannya. Drone jenis ini terbukti efektif digunakan Ukraina untuk menghancurkan sistem artileri dan kendaraan lapis baja Rusia.

Selcuk yang juga merupakan adik CEO Baykar Defense, Haluk Bayraktar, mengatakan bahwa drone asli Turki tersebut telah menunjukkan bagaimana teknologi merevolusi peperangan modern.

Kepada Reuters, Selcuk menyebut drone TB2 bahkan telah berhasil mengatasi sistem anti-pesawat paling canggih. Berkat beragam keunggulannya itu, ia memprediksi bahwa seluruh dunia akan menjadi pelanggan untuk drone tersebut.

Baca Juga: Penggalangan Dana Sukses, Lithuania akan Belikan Drone Bayraktar untuk Ukraina

"Bayraktar TB2 melakukan apa yang seharusnya dilakukan, mengalahkan beberapa sistem anti-pesawat paling canggih dan sistem artileri dan kendaraan lapis baja canggih. Seluruh dunia adalah pelanggan," ungkap Selcuk.

Sebelum ini Presiden Turki Tayyip Erdogan juga mengatakan ada permintaan internasional sangat besar untuk TB2 dan drone Akinci yang merupakan model baru. 

Terkait tingginya permintaan tersebut, Selcuk menyebut perusahaannya kini sanggup memproduksi 200 drone TB2 dalam setahun.

Drone Bayraktar TB2 memiliki lebar sayap 12 meter dan dapat terbang hingga 25.000 kaki. Setelah mencapai ketinggian tersebut, drone akan menukik untuk menghancurkan tank dan artileri dengan bom penusuk lapis baja berpemandu laser.

Mampu mempersulit Rusia

Selama perang di Ukraina, drone ini telah berhasil melemahkan superioritas militer Rusia yang luar biasa.

Drone Bayraktar bahkan telah mendapat perhatian dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kementerian Pertahanan Rusia sejak invasi mereka dimulai pada 24 Februari lalu. Reuters mencatat bahwa pihak Rusia telah menyebut nama Bayraktar TB2 sebanyak 45 kali di depan publik.

Baca Juga: Rusia Gunakan Senjata Laser Generasi Baru di Ukraina, Bisa Membakar Drone

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru