kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Survei anyar: Surplus perdagangan Indonesia pada September capai US$ 100 juta


Jumat, 11 Oktober 2019 / 14:42 WIB

Survei anyar: Surplus perdagangan Indonesia pada September capai US$ 100 juta
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2019 mencapai 14,28 miliar Dolar AS, merosot 7,06 persen


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia diperkirakan akan mencatat surplus perdagangan untuk dua bulan berturut-turut pada September, di tengah melambatnya penurunan ekspor dan impor. Ini merupakan hasil survei Reuters yang dirilis pada Jumat (11/10).

Melansir Reuters, perkiraan nilai tengah dari 13 ekonom dalam jajak pendapat yang dilakukan adalah Indonesia akan mencatatkan surplus senilai US$ 100 juta pada bulan September. Sebagai perbandingan, nilai surplus hasil revisi bulan Agustus US$ 112,38 juta.

Data mengenai neraca perdagangan ini akan diumumkan pada hari Selasa (15/10) pukul 04.00 GMT.

Baca Juga: Pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini tetap 5%

Seperti yang diketahui, Indonesia mengalami defisit senilai US$ 1,78 miliar dalam delapan bulan pertama tahun ini. Kondisi itu mencerminkan penurunan tingkat ekspor dan impor di tengah anjloknya harga komoditas akibat perang dagang AS-China.

Dalam survei tersebut, ekonom memperkirakan tingkat ekspor akan turun 5,84% (YoY) pada bulan September, dibandingkan dengan penurunan Agustus sebesar 9,98%.

Sedangkan tingkat impor bulan September terlihat menyusut 4,20% dalam basis tahunan. Angka itu jauh lebih baik  dibandingkan dengan penurunan 15,75% bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tahun 2018, belanja pajak terbesar pemerintah untuk industri manufaktur

Untuk mendorong ekspor, pejabat pemerintah mengatakan mereka telah mempercepat negosiasi perdagangan bebas dengan beberapa negara dan memperluas insentif di zona ekonomi khusus untuk industri yang berorientasi ekspor.

Langkah-langkah untuk mengendalikan impor juga diberlakukan sejak tahun lalu, termasuk membatasi impor mobil dan komponen dan meningkatkan pajak.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
×