kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Survei: Perlambatan ekonomi China akan menular ke Asia, hanya RI yang mampu bertahan


Rabu, 26 Februari 2020 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat petikemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta (14/11). . KONTAN/Muradi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Efek ekonomi dari wabah virus corona kemungkinan akan menular hingga di luar China, terutama Asia. Pasalnya, hasil polling Reuters menunjukkan, sebagian besar ekonomi utama di wilayah tersebut diperkirakan akan melambat secara signifikan, berhenti tumbuh, atau mengalami penyusutan pada kuartal ini. 

Banyak ekonomi Asia, yang baru pulih dari efek sengketa perdagangan AS yang berlangsung 18 bulan lamanya, kembali dihantam oleh wabah virus corona.

Wabah ini mengganggu rantai pasokan global yang menjadi andalan sebagian besar negara untuk perdagangan. Alhasil, kegiatan ekonomi cenderung melambat, meski pada tingkatan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Bursa Asia jatuh mengikuti jejak Wall Street karena kekhawatiran virus corona

Prediksi para ekonom yang disurvei pada 19-25 Februari menunjukkan bahwa Australia, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Thailand, kesemuanya akan menunjukkan kinerja terburuk mereka selama bertahun-tahun pada kuartal pertama. Hanya Indonesia yang diperkirakan akan tetap bertahan.

Hasil jajak pendapat Reuters ini hampir serupa dengan survei yang dilakukan seminggu lalu. Survei tersebut menunjukkan, ekonomi China akan tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan di kuartal satu, dengan skenario kasus terburuk menunjukkan level pertumbuhan 3,5%. Angka  itu hampir setengah dari pertumbuhan 6,0% yang dilaporkan pada kuartal keempat tahun 2019. 

Baca Juga: Sandiaga: Indonesia masih negara berkembang, belum berpenghasilan tinggi

"Kasus dasar dengan cepat bergeser dari 'Bad', yang berarti hanya China yang terkena dampak, ke 'Ugly', di mana baik negara-negara berkembang di Asia dan negara-negara maju melihat melonjaknya tingkat infeksi dan kematian," kata Michael Every, kepala penelitian pasar keuangan untuk Asia- Pasifik di Rabobank di Hong Kong kepada Reuters.

"Dampaknya cenderung menyerupai krisis keuangan global 2008-2009 lebih dari wabah SARS pada tahun 2003," tambah Every.

Baca Juga: Ini daftar event olahraga internasional yang tertunda gara-gara wabah corona




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×