kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Setelah Wuhan, China isolasi Kota Huanggang demi cegah virus corona


Kamis, 23 Januari 2020 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan mengenakan masker memonitor alat pemindai yang mendeteksi suhu tubuh penumpang di dalam Stasiun Hankou di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 21 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Ular krait kemungkinan merupakan sumber asli dari virus corona baru yang sudah memicu wabah pneumonia, penyakit pernapasan yang mematikan, di China. Temuan ini merupakan hasil penelitian awal.

Ular dengan nama Latin Bungarus multicinctus ini adalah spesies ular elapid yang sangat berbisa yang ditemukan di sebagian besar China Tengah dan Selatan serta Asia Tenggara. Masyarakat Indonesia menyebutnya ular weling.

Melansir CNN.com, para peneliti menggunakan analisis kode protein yang disukai virus corona baru dan membandingkannya dengan kode protein dari virus corona yang ditemukan di hewan yang berbeda, seperti burung, ular, marmut, landak, dan kelelawar.

Baca Juga: Cegah virus corona, Kemenhub perketat pemeriksaan penumpang di bandara dan pelabuhan

Yang mengejutkan, mereka menemukan kode protein pada 2019-nCoV, sebutan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus corona baru, paling mirip dengan yang ada pada ular. nCov singkatan dari novel coronavirus.

Laporan menunjukkan, ular juga dijual di pasar makanan laut di Wuhan, meningkatkan kemungkinan 2019-nCoV mungkin telah melompat dari ular ke manusia pada awal wabah virus itu.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×