kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.171   199,63   2,86%
  • KOMPAS100 991   32,89   3,43%
  • LQ45 724   22,18   3,16%
  • ISSI 256   6,47   2,59%
  • IDX30 395   12,49   3,27%
  • IDXHIDIV20 483   11,54   2,45%
  • IDX80 112   3,54   3,28%
  • IDXV30 133   2,26   1,73%
  • IDXQ30 128   3,60   2,90%

Setelah Wuhan, China isolasi Kota Huanggang demi cegah virus corona


Kamis, 23 Januari 2020 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan mengenakan masker memonitor alat pemindai yang mendeteksi suhu tubuh penumpang di dalam Stasiun Hankou di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 21 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Ular krait kemungkinan merupakan sumber asli dari virus corona baru yang sudah memicu wabah pneumonia, penyakit pernapasan yang mematikan, di China. Temuan ini merupakan hasil penelitian awal.

Ular dengan nama Latin Bungarus multicinctus ini adalah spesies ular elapid yang sangat berbisa yang ditemukan di sebagian besar China Tengah dan Selatan serta Asia Tenggara. Masyarakat Indonesia menyebutnya ular weling.

Melansir CNN.com, para peneliti menggunakan analisis kode protein yang disukai virus corona baru dan membandingkannya dengan kode protein dari virus corona yang ditemukan di hewan yang berbeda, seperti burung, ular, marmut, landak, dan kelelawar.

Baca Juga: Cegah virus corona, Kemenhub perketat pemeriksaan penumpang di bandara dan pelabuhan

Yang mengejutkan, mereka menemukan kode protein pada 2019-nCoV, sebutan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus corona baru, paling mirip dengan yang ada pada ular. nCov singkatan dari novel coronavirus.

Laporan menunjukkan, ular juga dijual di pasar makanan laut di Wuhan, meningkatkan kemungkinan 2019-nCoV mungkin telah melompat dari ular ke manusia pada awal wabah virus itu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×