kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Symantec ingin membelah diri


Kamis, 09 Oktober 2014 / 09:55 WIB
Symantec ingin membelah diri
ILUSTRASI. PT Bank Danamon Indonesia Tbk baru-baru ini menandatangani perjanjian bersama Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI). REUTERS/Beawiharta/File Photo


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

PARIS. Awan gelap masih mengintai industri penerbangan. Coba dengar nada pesimistis dari Air France-KLM Group. Maskapai yang berbasis di Paris ini meramal, laba hingga akhir tahun nanti lebih rendah € 300 juta menjadi € 2,2 miliar dari target awal € 2,5 miliar.

Pemicunya, unjuk rasa karyawan yang memicu penurunan trafik. Di sepanjang September lalu, trafik Air France-KLM turun 15,9%. Sedangkan pemesanan sementara di sepanjang kuartal IV ini menurun 50%. “Unjuk rasa membuat jadwal penerbangan terlambat dan operasional terganggu,” ujar Mark Irvine-Fortescue, analis Jefferies International seperti dikutip Bloomberg, Rabu (8/10). 

Hitungan analis, aksi unjuk rasa berkepanjangan menyebabkan Air France kehilangan € 320 juta hingga € 350 juta, termasuk potensi pendapatan dan biaya operasional tambahan. Sebagai perbandingan, pencapaian laba sebelum pajak (EBITDA) Air France tahun 2013 lalu mencapai € 1,86 miliar.
 




TERBARU

[X]
×