kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Tanpa alasan jelas, Donald Trump perintahkan hotel Marriott cabut dari Kuba


Sabtu, 06 Juni 2020 / 06:14 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - HAVANA. Tanpa alasan jelas, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan Marriott International untuk menghentikan operasi hotel di Kuba. Kebijakan ini memadamkan apa yang telah menjadi simbol dari upaya relaksasi hubungan AS-Kuba.

Starwood Hotels, sekarang dimiliki oleh Marriott, empat tahun lalu menjadi perusahaan hotel pertama di AS yang menandatangani perjanjian dengan Kuba sejak revolusi 1959, sebagai tanda normalisasi hubungan yang diupayakan oleh mantan Presiden Barack Obama.

Tetapi pemerintahan Donald Trump mempersoalkan upaya normalisasi itu dan menyatakan ingin menekan Kuba ke dalam reformasi demokratis dan meminta Kuba berhenti mendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Baca Juga: Dengan senapan serbu, seseorang tembak Kedutaan Kuba di AS

Langkah ini dapat membantu Trump meningkatkan dukungan politik di komunitas besar Kuba-Amerika di Florida, negara bagian yang dianggap vital bagi peluang terpilihnya kembali Trump pada pemilihan presiden November mendatang.

"Kami baru-baru ini menerima pemberitahuan bahwa lisensi yang dikeluarkan pemerintah tidak akan diperpanjang, memaksa Marriott untuk menghentikan operasi di Kuba," kata seorang juru bicara Marriott kepada Reuters.

Juru bicara itu mengatakan, Departemen Keuangan AS telah memerintahkan perusahaan untuk menghentikan pengoperasian Four Points Sheraton di Havana mulai 31 Agustus 2020. Juga tidak akan diizinkan untuk membuka hotel lain yang telah disiapkan untuk dijalankan.

Departemen Keuangan AS dan Departemen Luar Negeri tidak segera membalas permintaan komentar soal ini.

"Pada 2017, Trump berjanji tidak akan mengganggu kontrak yang ada dengan bisnis AS dengan Kuba," tulis William LeoGrande, pakar Kuba di American University di Washington, di Twitter. "Janji dibuat, janji dilanggar."

Baca Juga: Kuba mengirimkan dokter dan perawat ke Italia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×