Tembus 90.000, Kasus Covid-19 Harian Korea Selatan Naik Dua Kali Lipat Dalam Sepekan

Rabu, 16 Februari 2022 | 08:45 WIB Sumber: Yonhap,Yonhap,Reuters
Tembus 90.000, Kasus Covid-19 Harian Korea Selatan Naik Dua Kali Lipat Dalam Sepekan

ILUSTRASI. Korea Selatan kembali catat rekor kasus tertinggi sejak pandemi Covid-19 dimulai dengan 90.443 kasus baru


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus harian Covid-19 di Korea Selatan melonjak ke level tertinggi sejak pandemi dimulai dengan 90.443 kasus baru. Jumlah ini hampir dua kali lipat dalam seminggu, dengan penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

Rabu (16/2), Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan, dari tambahan kasus baru tersebut, 90.281 kasus merupakan transmisi lokal, dan membuat total beban kasus di Korea Selatan menjadi 1.552.851.

Angka terbaru naik tajam dari hari sebelumnya, ketika kasus harian baru mencapai rekor tertinggi dengan 57.164 kasus.

Korban tewas akibat Covid-19 di Korea Selatan kini 7.202, naik 39 dari hari sebelumnya. Berdasarkan data KDCA, tingkat kematian akibat Covid-19 di Korea Selatan adalah 0,46%.

Dengan lonjakan tajam ini, Perdana Menteri Korea Selatan Kim Boo-kyum mengatakan, pemerintah akan memutuskan apakah akan menyesuaikan aturan jarak sosial yang ada saat ini pada hari Jumat (18/2) mendatang.

Baca Juga: Mulai Pulih, Tingkat Pengangguran Korea Selatan di Januari 2022 Turun

"Kami harus memutuskan setelah mempertimbangkan penyebaran varian Omicron dan kerusakan mata pencaharian masyarakat yang berasal dari pengetatan pembatasan antivirus yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan," kata Kim selama pertemuan tanggapan COVID-19 di Sejong.

Pada aturan saat ini, batas pertemuan pribadi adalah enam orang, dan jam 9 malam. Jam malam tersebut diberlakukan pada jam kerja restoran dan kafe di seluruh Korea Selatan.

Kim sebelumnya mengisyaratkan pelonggaran pembatasan jarak dengan cara yang dapat membantu usaha kecil yang dilanda pandemi, tetapi tidak menyebabkan penyebaran virus lebih lanjut.

Sambil memfokuskan sumber daya medis pada pasien berisiko tinggi, pihak berwenang baru-baru ini memprakarsai sistem perawatan di rumah yang ditingkatkan dan mendorong pasokan alat tes mandiri yang stabil.

Mulai minggu depan, pemerintah akan menyediakan alat tes mandiri gratis ke taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan fasilitas perawatan lansia untuk lebih melindungi orang yang berisiko tinggi terinfeksi.

Namun Kim menyebut, tampaknya ada kesalahpahaman di antara orang tua bahwa siswa dapat pergi ke sekolah hanya jika hasil tesnya negatif dengan alat tes mandiri yang disediakan oleh pemerintah.

"Ini adalah langkah untuk melindungi kesehatan mereka dan mengurangi tekanan dari pengujian yang sering," jelas Kim.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru