kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.940   27,00   0,15%
  • IDX 6.045   8,06   0,13%
  • KOMPAS100 778   0,72   0,09%
  • LQ45 596   0,59   0,10%
  • ISSI 210   -0,01   -0,01%
  • IDX30 331   0,72   0,22%
  • IDXHIDIV20 424   0,91   0,22%
  • IDX80 89   0,01   0,01%
  • IDXV30 115   0,28   0,25%
  • IDXQ30 108   0,26   0,24%

Terkait Ukraina, Obama telepon Putin


Sabtu, 02 Agustus 2014 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Pembubaran XPLC merupakan adaptasi dan menjawab tantangan perubahan industri.


Sumber: AP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Presiden AS Barack Obama sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di Ukraina. Selain itu, pembicaraan kedua pemimpin dunia itu juga menyinggung mengenai kesepakatan nuklir tahun 1987 yang dinilai AS telah dilanggar Pemerintah Moscow.

Menurut Gedung Putih, Obama telah menelpon Putin pada Jumat (1/8) kemarin. Pembicaraan via telepon dilakukan setelah AS dan Uni Eropa meningkatkan sanksi terhadap Rusia.

Pada hari yang sama, Wakil Presiden AS Joe Biden mengumumkan bantuan untuk Ukraina senilai US$ 8 juta untuk meningkatkan keamanan di perbatasan. Uang tersebut akan digunakan untuk transportasi, kapal kecil, dan peralatan pengawasan lainnya. Namun, itu tidak termasuk persenjataan seperti permintaan anggota Kongres Republik.

Pihak Gedung Putih juga mengatakan, Biden sudah berbicara via telepon dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenlo pada Jumat untuk mengumumkan bantuan tersebut.




TERBARU

[X]
×