kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   0,00   0,00%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Bikin China berang, koalisi 62 negara termasuk Indonesia dorong penyelidikan corona


Senin, 18 Mei 2020 / 16:16 WIB
ILUSTRASI. Sebuah logo di luar Gedung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pertemuan dewan eksekutif tentang pemutakhiran wabah virus corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.


Sumber: ABC News,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Sebuah koalisi yang terdiri dari 62 negara termasuk Indonesia mendorong penyelidikan independen terhadap wabah virus corona baru, menjelang pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) pada Senin (18/5) di Jenewa, Swiss.

Melansir ABC, Australia adalah negara pertama yang meminta penyelidikan independen tentang bagaimana wabah virus corona bisa menyebar. Dan, WHA adalah badan pengambil keputusan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Itu mengundang kecaman keras dari Beijing, yang menuduh Australia melancarkan serangan politik terhadap China. Tetapi, dukungan internasional untuk ide tersebut terus berkembang.

Baca Juga: Berikut 20 negara dengan kasus virus corona tertinggi di dunia, Indonesia?

Australia sekarang telah mengayunkan senjata diplomatiknya di belakang Uni Eropa, yang juga telah mendesak penyelidikan tersebut sambil mengambil jalur yang lebih berdamai dengan China.

Negara-negara Eropa dan Australia telah menggalang dukungan untuk rancangan mosi Uni Eropa yang menyerukan "evaluasi tidak memihak, independen, dan komprehensif" dari "respons kesehatan internasional terkoordinasi WHO untuk Covid-19".

Pada Minggu (17/5) malam, ada 62 negara termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Turki, Rusia, Afrika Selatan, dan Inggris yang  mendukung mosi ini. Tapi, mosi itu tidak secara khusus menyebutkan China atau Kota Wuhan sebagai tempat wabah virus corona bergulir.

Baca Juga: Singapura cuma catat 305 kasus baru corona, ini penyebabnya

"Ada dukungan positif untuk peninjauan independen terhadap pandemi untuk membantu dunia mempelajari pelajaran yang diperlukan untuk  kesehatan global," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne seperti dikutip ABC.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×