kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

UPDATE-Harga Minyak Dunia Turun Setelah Kabar dari Oman, Brent ke US$ 94,79


Jumat, 05 Juni 2026 / 15:08 WIB
UPDATE-Harga Minyak Dunia Turun Setelah Kabar dari Oman, Brent ke US$ 94,79
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) setelah pemerintah Oman memastikan aktivitas di terminal ekspor minyak Mina al Fahal tetap berjalan normal, meredakan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan.

Melansir Reuters, kontrak minyak mentah Brent turun 24 sen atau 0,25% menjadi US$ 94,79 per barel pada pukul 07.04 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 56 sen atau 0,6% ke level US$ 92,48 per barel.

Baca Juga: Oman Bantah Gangguan Ekspor Minyak, Aktivitas Terminal Mina al Fahal Tetap Berjalan

Meski terkoreksi, kedua kontrak masih berada di jalur kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir.

Sepanjang pekan ini, harga WTI telah menguat lebih dari 6% seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan berlarut-larutnya perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, tiga sumber Reuters menyebut aktivitas pemuatan minyak di terminal Mina al Fahal sempat dihentikan menyusul ledakan di dekat area tambatan kapal.

Namun, Petroleum Development Oman (PDO) kemudian menegaskan bahwa seluruh operasi di pelabuhan tersebut tetap berlangsung normal.

Baca Juga: China Andalkan AI untuk Sebarkan Pemikiran Xi Jinping, Xinhua Siapkan Dana Jumb

Terminal Mina al Fahal merupakan salah satu fasilitas ekspor utama Oman dengan volume pengiriman minyak mentah mencapai sekitar 800.000 hingga 900.000 barel per hari.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati potensi penurunan persediaan minyak global yang dinilai dapat memicu lonjakan harga pada kuartal ketiga tahun ini.

Dari sisi geopolitik, ketidakpastian masih membayangi kawasan Timur Tengah setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Lebanon.

Iran juga menjadikan tercapainya gencatan senjata di Lebanon sebagai salah satu syarat dalam setiap kesepakatan damai dengan Washington.

Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan masih melihat adanya kemajuan dalam upaya penyelesaian konflik antara Israel dan Lebanon.

Baca Juga: Isu Kerja Paksa Jadi Alasan Tarif Trump, Pakar Sebut Tak Relevan

Analis pasar IG Tony Sycamore menilai, optimisme pasar masih dibayangi berbagai perkembangan yang saling bertentangan dari kawasan tersebut.

"Optimisme pasar masih tertutupi oleh berbagai berita dan pernyataan yang saling berlawanan," tulisnya dalam catatan riset.

Secara teknikal, Sycamore menilai risiko harga minyak masih cenderung mengarah ke atas selama harga WTI mampu bertahan di atas area support tren di kisaran bawah US$ 80 per barel.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini sebesar 1,2 juta barel per hari meskipun konflik Timur Tengah masih berlangsung dan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Jepang Gencar Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Di sisi lain, data pelayaran menunjukkan ekspor minyak Iran turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS).

Namun, lemahnya permintaan dari China masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga minyak lebih lanjut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×