Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Petroleum Development Oman (PDO) pada Jumat (5/6/2026) menegaskan bahwa aktivitas di Pelabuhan Mina al Fahal berjalan normal, setelah sebelumnya tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebut pemuatan minyak sempat dihentikan akibat ledakan di dekat area tambatan kapal.
Menurut sumber tersebut, ledakan terjadi di antara dermaga Single-Buoy Mooring (SBM) 1 dan SBM 2 yang diduga dipicu oleh serangan drone. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti kapan insiden tersebut terjadi.
Baca Juga: China Andalkan AI untuk Sebarkan Pemikiran Xi Jinping, Xinhua Siapkan Dana Jumb
Data pelayaran LSEG menunjukkan sejumlah kapal tanker raksasa (supertanker) masih terlihat berlabuh di sekitar pelabuhan tersebut pada Jumat.
Mina al Fahal merupakan terminal ekspor minyak utama Oman yang menyalurkan sekitar 800.000 hingga 900.000 barel minyak mentah per hari ke pasar global.
Klarifikasi dari Oman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk.
Media pemerintah Iran pada Rabu (3/6) melaporkan bahwa Teheran menargetkan sebuah kapal militer Amerika Serikat yang disebut berfungsi sebagai pusat kendali dan komando saat mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Oman.
Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh United States Central Command, yang menyatakan tidak ada serangan terhadap kapal militer AS di kawasan tersebut.
Baca Juga: Gelombang Kekerasan Anti-Imigran Guncang Afrika Selatan, Korban Berjatuhan
Insiden di sekitar Teluk Oman dan Selat Hormuz terus menjadi perhatian pelaku pasar energi global karena kawasan itu merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.
Setiap gangguan terhadap infrastruktur energi atau lalu lintas kapal berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia.













