Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SAO PAULO. Petrobras Brasil telah memangkas ekspor minyak ke Amerika Serikat (AS) menjadi nol, karena konflik di Iran mengubah aliran minyak di seluruh dunia. Di sisi lain, Petrobas menjadikan China sebagai tujuan sekitar 62% dari minyak mentah milik perusahaan yang dikirim ke luar negeri pada kuartal I-2026.
Petrobras mengekspor sekitar 1,12 juta barel minyak dan turunannya per hari di periode Januari hingga Maret 2026, naik 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
China, yang pada kuartal pertama tahun 2025 menerima sekitar 33% dari ekspor minyak Petrobras, telah membeli minyak mentah Brasil dalam jumlah rekor pada bulan Maret setelah penutupan Selat Hormuz.
India menjadi tujuan utama kedua untuk minyak mentah Brasil, menerima sekitar 15% dari total, naik dari 14% dibanding tahun lalu.
Baca Juga: Saham Apple Melonjak 4%! iPhone 17 & MacBook Neo Jadi Pendorong Utama
"India, yang saat ini merupakan importir minyak terbesar kedua di dunia melalui jalur laut, telah memantapkan posisinya sebagai pasar strategis," kata Petrobras dalam pengajuan dokumen sekuritas.
Lonjakan ekspor ke China dan India menyebabkan penurunan aliran minyak ke wilayah Asia lainnya, yang hanya menerima 8% dari ekspor minyak dalam tiga bulan pertama tahun ini, turun dari 28% pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor ke AS turun dari 3% pada tahun sebelumnya menjadi nol dalam tiga bulan pertama tahun ini, dan ekspor ke Eropa turun dari 19% menjadi 8% pada periode yang sama.
Produksi minyak Petrobras di Brasil meningkat sekitar 16% pada kuartal tersebut menjadi 2,58 juta barel per hari, kata perusahaan itu, dengan total penjualan minyak, gas, dan derivatif pada Januari-Maret naik sekitar 12% dari tahun ke tahun, mencapai 3,22 juta barel per hari.













