kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ternyata, Olimpiade lebih bernilai daripada Google


Minggu, 29 Juli 2012 / 09:10 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial antrean kendaraan arah Jakarta melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/5/2021).


Reporter: Rika Theo, CNN |

LONDON. Olimpiade bukan sekedar perlombaan olah raga, tapi juga bisnis raksasa. Bahkan, nilai bisnis atau valuasi mereknya melampaui Google.

Menurut riset dari Brand Finance, valuasi merek Olimpiade mencapai US$ 47,4 miliar. Nilai tersebut berdasarkan laporan keuangan Komite Olimpiade Internasional.

Dengan angka ini, Olimpiade hanya tertinggal di bawah Apple (US$ 70,6 miliar), namun lebih dari Google (US$ 47,4 miliar). Olimpiade bahkan membawahi nilai merek para sponsornya, sseperti Samsung (US$ 38,2 miliar), General Electric (US$ 33,2 miliar), dan Coca Cola (US$ 31,1 miliar).

Berdasarkan sejarahnya, adalah seorang Prancis bernama Pierre de Coubertin yang menghidupkan ajang olah raga seperti Ancient Games di Yunani tahun 1800-an. Kini, kurang lebih 116 tahun setelah Olimpiade modern pertama digelar di Athena, even olah raga empat tahunan ini justru bernilai 134 kali nilai Bank Nasional Yunani (US$ 354 juta). Berbanding terbalik dengan Yunani yang menghadapi krisis ekonomi, Olimpiade membukukan lebih banyak dollar lagi.

Dalam empat tahun setelah Olimpiade Beijing, pendapatan totalnya bertambah 38% menjadi US$ 5,1 miliar. Dari jumlah itu, pendapatan siaran meledak 51% menjadi US$ 3,9 miliar dibandingkan dengan hanya US$ 1,2 juta di tahun 1960. Penyumbang pendapatan siaran terbesar adalah negara-negara di Amerika Utara yakni senilai US$ 2,3 miliar.




TERBARU

[X]
×