kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Ternyata, Olimpiade lebih bernilai daripada Google


Minggu, 29 Juli 2012 / 09:10 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial antrean kendaraan arah Jakarta melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/5/2021).


Reporter: Rika Theo,

LONDON. Olimpiade bukan sekedar perlombaan olah raga, tapi juga bisnis raksasa. Bahkan, nilai bisnis atau valuasi mereknya melampaui Google.

Menurut riset dari Brand Finance, valuasi merek Olimpiade mencapai US$ 47,4 miliar. Nilai tersebut berdasarkan laporan keuangan Komite Olimpiade Internasional.

Dengan angka ini, Olimpiade hanya tertinggal di bawah Apple (US$ 70,6 miliar), namun lebih dari Google (US$ 47,4 miliar). Olimpiade bahkan membawahi nilai merek para sponsornya, sseperti Samsung (US$ 38,2 miliar), General Electric (US$ 33,2 miliar), dan Coca Cola (US$ 31,1 miliar).

Berdasarkan sejarahnya, adalah seorang Prancis bernama Pierre de Coubertin yang menghidupkan ajang olah raga seperti Ancient Games di Yunani tahun 1800-an. Kini, kurang lebih 116 tahun setelah Olimpiade modern pertama digelar di Athena, even olah raga empat tahunan ini justru bernilai 134 kali nilai Bank Nasional Yunani (US$ 354 juta). Berbanding terbalik dengan Yunani yang menghadapi krisis ekonomi, Olimpiade membukukan lebih banyak dollar lagi.

Dalam empat tahun setelah Olimpiade Beijing, pendapatan totalnya bertambah 38% menjadi US$ 5,1 miliar. Dari jumlah itu, pendapatan siaran meledak 51% menjadi US$ 3,9 miliar dibandingkan dengan hanya US$ 1,2 juta di tahun 1960. Penyumbang pendapatan siaran terbesar adalah negara-negara di Amerika Utara yakni senilai US$ 2,3 miliar.




TERBARU

[X]
×