kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ternyata, Olimpiade lebih bernilai daripada Google


Minggu, 29 Juli 2012 / 09:10 WIB
ILUSTRASI. Foto aerial antrean kendaraan arah Jakarta melintas di Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (19/5/2021).


Reporter: Rika Theo, CNN |

LONDON. Olimpiade bukan sekedar perlombaan olah raga, tapi juga bisnis raksasa. Bahkan, nilai bisnis atau valuasi mereknya melampaui Google.

Menurut riset dari Brand Finance, valuasi merek Olimpiade mencapai US$ 47,4 miliar. Nilai tersebut berdasarkan laporan keuangan Komite Olimpiade Internasional.

Dengan angka ini, Olimpiade hanya tertinggal di bawah Apple (US$ 70,6 miliar), namun lebih dari Google (US$ 47,4 miliar). Olimpiade bahkan membawahi nilai merek para sponsornya, sseperti Samsung (US$ 38,2 miliar), General Electric (US$ 33,2 miliar), dan Coca Cola (US$ 31,1 miliar).

Berdasarkan sejarahnya, adalah seorang Prancis bernama Pierre de Coubertin yang menghidupkan ajang olah raga seperti Ancient Games di Yunani tahun 1800-an. Kini, kurang lebih 116 tahun setelah Olimpiade modern pertama digelar di Athena, even olah raga empat tahunan ini justru bernilai 134 kali nilai Bank Nasional Yunani (US$ 354 juta). Berbanding terbalik dengan Yunani yang menghadapi krisis ekonomi, Olimpiade membukukan lebih banyak dollar lagi.

Dalam empat tahun setelah Olimpiade Beijing, pendapatan totalnya bertambah 38% menjadi US$ 5,1 miliar. Dari jumlah itu, pendapatan siaran meledak 51% menjadi US$ 3,9 miliar dibandingkan dengan hanya US$ 1,2 juta di tahun 1960. Penyumbang pendapatan siaran terbesar adalah negara-negara di Amerika Utara yakni senilai US$ 2,3 miliar.




TERBARU

[X]
×